"Patroli rutin setiap malam Minggu untuk antisipasi tawuran. Jadi kita sekat yang daerah-daerah yang masuk ke wilayah Menteng. Mereka mutar-mutar di daerah rawan tawuran," tutur Gozali.
Saat mereka melakukan patroli, terlihat komplotan geng motor yang diperkirakan berjumlah 30 orang.
Mereka berkerumun seraya membawa sejumlah senjata tajam (sajam).
"Ada geng motor dari Jakarta Utara sekitar 30-an orang mengendarai sepeda motor sambil membawa celurit," bebernya.
Baca Juga:Dicari, Komplotan Geng Motor Pembacok Anggota Polsek Menteng Aiptu Dwi
Aiptu Dwi dan lima anggota Polsek Metro Menteng selanjutnya melakukan pengejaran terhadap komplotan geng motor tersebut.
Aiptu Dwi kemudian menabrakkan kendaraannya ke salah satu anggota geng motor yang membawa sajam hingga akhirnya dia mengalami luka bacok.
"Kena jarinya, badannya besat-beset. Kami bawa untuk mendapatkan perawatan medis," bebernya.