"Saat dia sampai di lokasi saya menghalangi motor mereka. Turun dari motor, saya langsung foto plat seri motor dan foto keempatnya. Saat ditanya katanya 'Saya cari alamat Pak Rahman pak' katanya. Tapi dia sebutin nama jalan yang salah. Saya bilang, modus ente. Tapi dia nggak senang, akhirnya saya gertak diajak ke Polsek. Setelah itu mereka berusaha kabur. Ada ponakan saya langsung jorokin dua motor itu," paparnya.
Bergelut dengan Perampok
Usai keempat perampok dan kedua motor mereka jatuh, Mahligai mencoba mengamankan satu perampok. Sedangkan tiga lainnya berhasil kabur. Satu orang membawa motor dan dua lari terbirit-birit.
Mahligai kemudian bergelut dengan memiting seorang perampok yang coba dibekuknya itu. Pelaku berusaha berontak dan mengeluarkan senjata jenis airsoft gun.
Baca Juga:Warga Tangsel Mengeluh Betonisasi Tak Kunjung Rampung: Tiap Hari Kecelakaan
Beruntung saat itu, ada keponakan Mahligai yang menahan tangan pelaku dan merebut senjata itu.
"Saya refleks ambil satu orang. Satu kabur dengan motor, dua lari. Satunya saya piting. Yang saya piting berusaha mengeluarkan senjata. Akhirnya ditekuk sama ponakan saya dan berebut senjata itu," tutur Mahligai.
Ketiga kawanan perampok itu yang kabur itu rupanya balik lagi. Kemudian mereka mencoba menembakkan senjata ke arah Mahligai dan keponakannya.
Diperkirakan ada lima tembakan yang dilontarkan para perampok. Dua peluru diantaranya menyasar ke keponakan Mahligai, Roy Fauzi (30) dan adik ipar Mahligai, Atam Saputra (53).
"Di ujung jalan sekira 20 meter temannya berhenti nembakin ke arah saya, nembakin lima kali. Keponakan saya kena di bagian tangannya dan adik ipar saya di bagian betis. Untuk senjatanya, yang dipakai tiga orang diduga jenis FN. Sedangkan yang saya pegang jenis colt. Airsoft gun atau organik saya nggak tahu tuh," jelasnya.
Baca Juga:Menengok Wajah Baru Taman Kota 2 Tangsel, Ada Little Venice
Babak Belur