Bahaya! IDI: Ada 104 Kasus Virus COVID-19 Varian Delta, Paling Banyak di Jakarta

Ada 104 kasus dari virus Covid-19 varian Delta tersebut. Zubairi mengungkapkan seputar gejala dari varian Delta virus Covid-19 ini.

Pebriansyah Ariefana
Kamis, 17 Juni 2021 | 10:25 WIB
Bahaya! IDI: Ada 104 Kasus Virus COVID-19 Varian Delta, Paling Banyak di Jakarta
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 PB IDI Zubairi Djoerban

SuaraJakarta.id - Virus COVID019 varian Delta ditemukan di Jakarta dan Jawa Tengah. Hal ini berdasarkan pemantauan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 PB IDI Zubairi Djoerban menjelaskan di Jakarta dan Jawa Tengah itu paling banyak ditemukan Virus COVID-19 Varian Delta.

"Dalam catatan saya, varian ini paling banyak ditemukan di Jkarta dan Jawa Tengah," kata Prof Zubairi di akun Instagramnya, Kamis (17/6/2021).

Ada 104 kasus dari virus Covid-19 varian Delta tersebut. Zubairi mengungkapkan seputar gejala dari varian Delta virus Covid-19 ini.

Baca Juga:Indekos di Kebayoran Baru Ditutup Satpol PP karena Covid-19, Pemilik Dilarang Terima Tamu

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 PB IDI Zubairi Djoerban
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 PB IDI Zubairi Djoerban

"Ada bukti studi yang menunjukkan kalau gejala varian ini beda dengan varian sebelumnya, seperti demam, batuk dan kehilangan penciuman. Varian DElta atau yang baru gejalanya lebih banyak sakit kepala, tenggorokan dan pilek, seperti kena flu berat," ungkapnya.

Varian Delta lebih menular. Alasannya, karena varian ini memiliki mutasi yang membantunya menyebar sekaligus menghindari sistem imunitas secara parsial.

Dalam unggahannya itu, Zubairi juga menjelaskan berdasarkan analisis The Lancet menunjukkan bahwa risiko masuk rumah sakit dua kali lipat pada mereka yang memiliki varian Delta dibandingkan dengan Alpha.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 PB IDI Zubairi Djoerban
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 PB IDI Zubairi Djoerban

"Risiko juga meningkat pada mereka yang memiliki komorbid," jelasnya.

Lebih lanjut, Prof Zubairi memastikan vaksin melindungi kita dari varian Delta virus Covid-19.

Baca Juga:Vaksinasi Covid-19 bagi Masyarakat Umum Sudah Dibuka di Bandar Lampung

"Kabar baiknya ya. Studi di Inggris terhadap belasan ribu orang yang terinfeksi Delta mengungkap itu," ungkapnya.

Menurutnya, Pfizer-BioNTech memberikan 96 persen perlindungan.

Sementara AStraZeneca memberikan perlindungan 92 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak