facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pasien Terhalang Macet, Polisi Pertimbangkan Buka Penyekatan di Jalan Salemba Raya

Rizki Nurmansyah Rabu, 07 Juli 2021 | 18:33 WIB

Pasien Terhalang Macet, Polisi Pertimbangkan Buka Penyekatan di Jalan Salemba Raya
Sejumlah kendaraan bermotor antre melewati posko penyekatan di Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Senin (5/7/2021). [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra]

Pada hari kerja pertama PPKM Darurat, Jalan Salemba Raya macet total karena adanya penyekatan posko PPKM Darurat Jalan Kramat Raya.

SuaraJakarta.id - Polisi mempertimbangkan membuka penyekatan di kawasan Jalan Salemba Raya guna meminimalisasi kemacetan kendaraan yang terjadi selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat.

Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi mengatakan, pihaknya berupaya untuk fleksibel menciptakan ketaatan masyarakat melalui adanya pos penyekatan.

Di sisi lain, petugas juga menerima masukan terkait kendala lalu lintas yang dihadapi pasien menuju fasilitas kesehatan di Jalan Salemba Raya, seperti RS Cipto Mangunkusumo dan RS Carolus.

"Ada yang memberikan masukan kalau di sana ada banyak rumah sakit, sehingga pasien terhalang karena macet. Nah, kita analisis, tapi intinya kita kerja sama untuk penyekatan dalam rangka mengurangi mobilitas," kata Hengki.

Baca Juga: Bila Ditemukan Pidana, KPK Usut Kasus Penyaluran Bansos Selama PPKM Darurat

Seperti diketahui, pada hari kerja pertama PPKM Darurat, Jalan Salemba Raya macet total karena adanya penyekatan posko PPKM Darurat Jalan Kramat Raya.

Imbasnya, antrean kendaraan pun memanjang dan kemacetan terjadi sejak pagi hingga siang hari.

Namun demikian, Hengki menjelaskan bahwa selama PPKM Darurat diterapkan, mobilitas di Jakarta Pusat perlahan berkurang.

Jajaran tiga pilar juga terus menyisir area yang berpotensi terjadi kerumunan. Di Jakarta Pusat sendiri, titik utama berada di Pasar Jiung Kemayoran dan sekitarnya.

"Kita juga akan rapatkan dengan Kejari, bagaimana sehingga ini tidak terjadi kerumunan dan memberi sanksi tegas, di samping sebelumnya dilakukan sosialisasi," kata Hengki. [Antara]

Baca Juga: Sidak ke Stasiun, Anies Dapati Pekerja Nonesensial Masih Ngantor: Catat Perusahaannya

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait