facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

8 Fakta Terkait Monumen Pancasila Sakti, Saksi Bisu Peristiwa G30S PKI

Rizki Nurmansyah Kamis, 30 September 2021 | 08:05 WIB

8 Fakta Terkait Monumen Pancasila Sakti, Saksi Bisu Peristiwa G30S PKI
Pengunjung berfoto di depan Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya, Jakarta, Kamis (1/10/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Monumen Pancasila Sakti terdiri dari dua area yaitu area outdoor dan area indoor.

Mulai dari Peristiwa 3 daerah, peristiwa revolusi sosial di langkat, pengacauan surakarta, pemberontakkan PKI di madiun, musso (pimpinanan PKI) tertembak mati, pembunuhan massal di Tirtomoyo dan lain-lainnya.

Di lantai dua terdapat diorama-diorama pengadilan D.N Aidit (Tokoh G 30 S/PKI ), kampanye budaya PKI, peristiwa kanigoro, lahirnya MKTBP (Metode Kombinasi Tiga Bentuk perjuangan) PKI, Pawai ofensif revolusioner PKI di Jakarta, penyerbuan gubernuran Jawa Timur, peristiwa kentungan yogyakarta dan lain-lainnya.

Selain diorama, pengunjung museum dapat melihat replika kunci martir yang digunakan PKI untuk membunuh Letnan Kolonel Soegijono dan Kolonel Katamso dalam peristiwa di Desa Kentungan, Sten gun milik Brigjen D.I Panjaitan serta beberapa senjata rampasan PKI.

Di ujung ruangan terdapat 2 mozaik foto pemberangkatan 7 Jenazah Pahlawan Revolusi dan pemakaman 7 Jenazah Pahlawan Revolusi di Taman Makam Pahlawan kalibata.

Baca Juga: 8 Aktor Terlibat Film G30S PKI: Umar Kayam hingga Wawan Wanisar

8. Museum Paseban

Museum ini sendiri diresmikan oleh Presiden ke-2 RI Soeharto tanggal 1 Oktober 1981 bertepatan dengan dwi windu Hari Kesaktian Pancasila. Kemudian dalam perkembangannya, diadakan renovasi yang gagasannya berasal dari Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono yang bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2007.

Presiden saat itu menunjuk Kapusjarah TNI Brigjen TNI Agus Gunaedi Pribadi untuk merenovasi gedung paseban. Kemudian pelaksanaan renovasi baru bisa dijalankan pada tahun 2013.

Setelah selesai di renovasi, gedung paseban yang baru diresmikan secara simbolis oleh Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono pada tanggal 25 Agustus 2013. Museum ini sendiri berisikan hal-hal yang berhubungan dengan G30SPKI.

Pada lantai 2 terdapat Diorama tentang peristiwa G 30 S/PKI mulai dari Rapat persiapan pemberontakan, latihan sukarelawan PKI di Lubang Buaya, penculikan para Jendral, tertembaknya Inspektur polisi tingkat I, K.S Tubun, tertembaknya Ade Irma Suryani Nasution (putri Jenderal AH Nasution salah satu target penculikan yang selamat), dimasukkannya jenazah para perwira AD ke dalam sumur maut, pengamanan Bandara Halim Perdanakusuma, pengangkatan jenazah dari sumur maut dan upacara pemberangkatan jenazah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta.

Baca Juga: Tudingan Gatot TNI Disusupi PKI, Perdebatan Usang yang Harus Ditertibkan

Petugas membersihkan area Tugu Pahlawan Revolusi di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Selasa (28/9/2021). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas membersihkan area Tugu Pahlawan Revolusi di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Selasa (28/9/2021). [Suara.com/Alfian Winanto]

Kemudian dari ruang diorama dapat menuju Ruang Relik. Ruangan ini sendiri berisi berbagai macam barang-barang peninggalan para Pahlawan Revolusi terutama pakaian yang dikenakan pada saat mereka diculik.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait