Tempat pembuangan itu persis berada di tempat warga biasa memancing.
Tak heran, viralnya pencemaran Sungai Cisadane itu kali pertama ditemukan dan direkam video oleh warga yang tengah asyik memancing di sana. Video tersebut, lalu viral di media sosial sejak Sabtu (2/10/2021).
Kini, Komar hanya bisa pasrah. Dia mempersilakan jika pihak Pemerintah Kota Tangsel dan aparat penegak hukum menyegel tempat usahanya itu.
Tetapi jika ditutup, Komar meminta solusi untuk lima pekerjanya yang akan terkena dampak jika lapaknya ditutup atau disegel.
Baca Juga:Heboh Sungai Cisadane Berwarna Merah, DLH Tangsel: Bukan Limbah Pabrik, Tapi...
"Ya kita sih nggak tahu lanjut atau nggak. Harapannya dilihat dululah, dikonfirmasi apa yang jadi masalahnya. Buat pribadi saya nggak masalah, tapi kasihan buat yang kerja. Hari ini tutup nggak masalah, ada solusi gak buat yang kerja?" ungkapnya.
"Buat saya pribadi modal Rp 10 juta mah sudah biasa lah, mungkin juga sudah balik modal selama 6 bulan itu. Tapi ada solusi nggak buat karyawan itu," sambung Komar.
![Sungai Cisadane [Suara.com/Muhammad Jehan Nurhakim]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/05/25/31919-sungai-cisadane-suaracommuhammad-jehan-nurhakim.jpg)
Komar pun menyayangkan, aksi yang dilakukan pemancing yang memviralkan video adanya air Sungai Cisadane berwarna merah akibat dari pembuangan limbah dari lapaknya.
"Tolong pikirin yang bikin viral. Kalau ada kesalahan kita akui, tapi konfirmasi ke kita seperti apa. Kita bisa jelasin. Kita langsung stop kok, nggak ngeyel," ungkapnya.
Kontributor : Wivy Hikmatullah
Baca Juga:Kasus Bayi Dijadikan Manusia Silver di Tangsel, Kapolres: Reskrim Lagi Selidiki