facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pengunjung Mal di Jakarta Diprediksi Meningkat pada Natal-Tahun Baru

Rizki Nurmansyah Jum'at, 05 November 2021 | 20:41 WIB

Pengunjung Mal di Jakarta Diprediksi Meningkat pada Natal-Tahun Baru
Suasana di Mal Kota Kasablanka atau Mal Kokas, Jakarta Selatan, di masa perpanjangan PPKM Level 4, Rabu (11/8/2021). [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut]

Mal dapat beroperasi dengan dengan kapasitas maksimal 100 persen hingga pukul 22.00 WIB pada PPKM Level 1 Jakarta.

SuaraJakarta.id - Jumlah pengunjung mal di DKI Jakarta akan lebih meningkat pada Natal dan Tahun Baru 2022. Hal itu disampaikan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI).

Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja memperkirakan kunjungan rata-rata pada 2021 lebih tinggi dibanding 2020 yang hanya mencapai 50 persen.

"Menjelang Natal dan Tahun Baru nanti akan ada potensi cukup besar bagi pusat perbelanjaan mendapatkan peningkatan kunjungan sehubungan Pemerintah telah membatasi mobilitas masyarakat untuk bepergian keluar kota," kata Alphonzus saat dikonfirmasi, Jumat (5/11/2021).

Alphon menjelaskan pemerintah pusat secara resmi memangkas cuti bersama pada 24 Desember 2021 atau menghapus libur bersama akhir tahun guna mencegah lonjakan kasus COVID-19.

Baca Juga: Selama PPKM Level 2, Pengunjung Pasar Tanah Abang Capai 12 Ribu Orang per Hari

Dengan begitu, masyarakat lebih banyak berkunjung ke mal maupun tempat wisata yang berada di kota masing-masing.

APPBI pun menyambut baik dengan penyesuaian aturan dalam PPKM Level 1 Jakarta sehingga mal dapat beroperasi dengan dengan kapasitas maksimal 100 persen hingga pukul 22.00 WIB.

Kecenderungan peningkatan kunjungan ke mal juga sudah terlihat sejak PPKM Level 2 di DKI Jakarta.

Senior Promotion Manager Mal Kota Kasablanka Agung Gunawan menyebutkan bahwa kenaikan pengunjung berkisar antara 10-20 persen selama masa PPKM Level 2. Dengan berlakunya PPKM Level 1, pengelola juga melakukan penyesuaian.

"Kita menambah Satgas COVID untuk menjadi peninjau pelaksanaan prokes dan membuka beberapa akses masuk ke mall supaya tidak ada penumpukan di titik tertentu," kata Agung.

Baca Juga: Perkuat Bisnis Pusat Perbelanjaan, Summarecon Bangun Mal di Bandung

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait