Mendapati situasi itu, para perampok kemudian mengeroyok R hingga terhuyung, walaupun korban sempat memberikan perlawanan.
"Tengkuk leher dipukul benda keras balok atau kayu, sempat berbayang. Terus adik saya ditendangin tapi masih berusaha melawan," tuturnya.
Tak hanya sampai disitu, pelaku juga menyerang R dengan senjata tajam berupa pisau. Beruntung korban dapat menghindar dan hanya mengenai lengan kiri hingga paha kanan.
"Hampir kena tusuk. Lengan kiri luka tersayat pisau, di perut sebelah kiri ada sayatan, paha kanan juga kena sayatan. Sayatannya lumayan cukup dalam," paparnya.
Baca Juga:Antisipasi Gelombang Ketiga COVID-19, RLC Tangsel Jadikan Tenda Darurat Tempat Karantina
Usai mengeroyok dan melukai korban, kawanan perampok kemudian berusaha mengambil laptop dan motor yang tengah terparkir di dalam garasi.
Beruntung motor tersebut tak berhasil dibawa kabur lantaran terhalang pintu rolling door garasi yang macet.
"Motor hampir dibawa, sempat tarik-tarikan karena pintu rolling door kebuka setengah, tapi macet. Sempat dimiringin biar bisa keluar, tapi motornya ditendang sama adik saya. Habis itu mereka kabur karena sudah banyak warga yang kumpul," ungkapnya.