Merasa percaya usai dapat keuntungan, nilai investasinya ditambahkannya secara berangsur. Dia kemudian mengajak serta keluarganya untuk investasi serupa.
Terlebih, si pelaku yang menawarkan investasi meyakinkan bahwa pihaknya bekerja sama dengan pemerintah dalam pengadaan alkes untuk penanganan Covid-19.
"Jadi orangnya meyakinkan saya investasi ini ada kerjasama dengan pemerintah ada MoU-nya. Kalaupun telat pembayaran profit, dia mau nalangin dengan uang dia," kata Adzita di Mapolres Tangsel, Selasa (21/12/2021).
Adzita mengaku, mengikuti investasi alkes itu pada Ratu Inten Rahadi Putri yang sudah dia kenal cukup lama dan berteman. Hingga berjalan sekira enam bulan, Adzita dan keluarganya mendapat keuntungan total hingga Rp 30 juta dalam sebulan.
Baca Juga:Setelah Inul Daratista, Giliran Nama Iis Dahlia Dicatut untuk Menipu
Tetapi, pembayaran profit kemudian mulai terhambat hingga mendapat kabar bahwa investasi yang diikuti merupakan penipuan.
Usut punya usut, aksi penipuan investasi alkes bodong itu ternyata tak dilakukan sendiri. Ada sejumlah pelaku lain yang terlibat.
Hal itu diketahui setelah sejumlah pelaku penipuan investasi Alkes itu diamankan oleh penyidik Polda Metro Jaya di Jawa Barat.
"Cara mereka kayak multi level marketing (MLM) tapi katanya bukan. Ada empat orang tingkatan pertama ada Dina, Vini, Amel dan Ratu. Lalu di bawahnya baru kita. Infonya dua orang sudah diamanin sama Bareskrim di Gunung Salak Jawa Barat tadi pagi," papar keduanya.
Keduanya berharap, para pelaku investasi alkes bodong itu segera ditangkap semua dan semua uang hasil investasi dari keduanya dan jaringannya dapat dikembalikan.
Baca Juga:Polisi Buru 4 Orang Terkait Penipuan Modus Masuk Akpol
"Semoga semuanya bisa ditangkap dan mau bertanggung jawab mengganti uang yang sudah dibawa kabur. Kita khawatir ada ancaman dari investor lain yang menginves melalui kita," pungkasnya.