facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pemprov DKI Upayakan Tekan Kenaikan Harga Daging Akibat Wabah PMK

Erick Tanjung Selasa, 17 Mei 2022 | 17:10 WIB

Pemprov DKI Upayakan Tekan Kenaikan Harga Daging Akibat Wabah PMK
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria [Antara/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna]

"Kami sudah minta kepada BUMD Dharma Jaya untuk segera melakukan langkah antisipasi," kata Riza.

SuaraJakarta.id - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengupayakan untuk menekan potensi kenaikan harga daging karena adanya wabah PMK atau Penyakit Mulut dan Kuku.

"Kami sudah minta kepada BUMD Dharma Jaya untuk segera melakukan langkah antisipasi," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota Jakarta, Selasa (17/5/2022).

Menurut dia, PMK yang semakin meluas dan marak berpotensi mempengaruhi kenaikan harga jual daging khususnya sapi.

Belum lagi, lanjut dia, pada 9 Juli 2022 umat Islam akan merayakan Idul Adha yang ditandai permintaan yang tinggi terhadap daging sapi sehingga mendorong kenaikan harga.

Baca Juga: Kunjungan ke Tiga Negara Eropa Rampung, Anies Baswedan akan Kembali ke Jakarta Besok

"Di lebaran kurban ini ada peningkatan kebutuhan umumnya diikuti dengan peningkatan harga sapi, sekarang ditambah lagi, ada penyakit mulut dan kuku," imbuh Riza.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman menuturkan sebagian besar pasokan daging di Jakarta diimpor dari Australia dan Brazil dalam bentuk daging beku.

Sedangkan harga sapi hidup di Australia, ia mengakui, saat ini sedang naik yang disebabkan pandemi Covid-19 sehingga negara itu lebih mementingkan kebutuhan dalam negeri.

Untuk harga daging sapi jenis has di DKI Jakarta per Selasa ini hingga pukul 14.00 WIB mencapai Rp151 ribu per kilogram berdasarkan Info Pangan Jakarta.

"Saat ini sapi di Australia memang harganya naik terus, belum turun, jadi harganya akan stabil di situ," ucapnya.

Baca Juga: Wabah PMK Meluas, Penyaluran Daging Kerbau DIY Dihentikan

Ia mengharapkan daging sapi Australia itu digantikan dengan daging sapi lokal namun saat ini sedang ada wabah PMK. Sehingga ia mengharapkan tidak memberi dampak kenaikan harga.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait