Sementara setelah diperiksa, alamat KTP terduga pelaku ternyata berasal dari Kelurahan Bangun Jaya, Kecamatan Bulang Tengah Suku Ulu, Sumatera Selatan.
Pelaku awalnya ingin melakukan aksinya terhadap Abdul Rohim. Namun pelanggan lain melihat dan langsung meneriakinya.
"Tapi ketika ditegur si terduga copet ini tidak terima, dia menolak dituduh percobaan pencopetan, dan akhirnya terjadi cekcok di dalam bus dan berlanjut hingga halte Semanggi," ungkapnya.
Namun, di tengah keributan tersebut, terduga pelaku tiba-tiba mengeluarkan pisau dan menyerang orang-orang di sekitarnya hingga mengenai tangan korban Abdul Rohim.
Baca Juga:DPRD DKI Usulkan 15 Kelompok Warga Gratis Naik MRT-LRT-TransJakarta, Ini Respons Wagub Riza
"Yang tidak disangka itu ternyata terduga copet itu membawa senjata tajam jenis pisau. Karena panik lalu dia mencoba membela diri, menyabetkan pisaunya dan mengenai korban Abdul Rohim tadi di tangannya," jelasnya.
"Pelanggan dan PLH kami juga ikut membantu melerai supaya tidak terjadi kejadian yang lebih buruk, misalnya penusukan, dan kebetulan ada aparat kepolisian yang ada di dekat halte mereka langsung naik untuk mengatasi keadaan," lanjut Iwan.
Iwan menyebut polisi langsung mengamankan terduga pelaku copet dan korban untuk dimintai keterangan lebih lanjut.