facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jakarta Hajatan, Pemprov DKI Gratiskan Warga Masuk 11 Museum, di Antaranya Rumah Si Pitung

Rizki Nurmansyah Selasa, 21 Juni 2022 | 17:39 WIB

Jakarta Hajatan, Pemprov DKI Gratiskan Warga Masuk 11 Museum, di Antaranya Rumah Si Pitung
Suasana cagar budaya Rumah Si Pitung di daerah Marunda, Jakarta Utara, Selasa (13/11). (Suara.com/Fakhri Hermansyah)

Dinamakan Rumah Si Pitung, karena tokoh Betawi itu pernah bersembunyi dari kejaran Pemerintah Kolonial Belanda di rumah berbentuk panggung tersebut diperkirakan pada 1883.

SuaraJakarta.id - Menyambut HUT DKI Jakarta ke-495 yang mengangkat tagline Jakarta Hajatan, Pemprov DKI Jakarta menggratiskan warga masuk 11 museum pada Rabu (22/6/2022).

Dua di antaranya adalah Museum Bahari di Penjaringan dan Rumah Si Pitung di Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.

"Benar," ujar Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Kota Jakarta Utara Wiwik Nazali saat dikonfirmasi, Selasa (21/6/2022).

Pengunjung bisa mengunjungi museum yang dikelola Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta itu secara gratis pada Rabu besok.

Baca Juga: Rabu Besok HUT ke-495 Jakarta, Naik TransJakarta Cuma Rp1 Semua Rute

Kedua museum di Jakarta Utara itu memiliki kekhasan di bidang kebaharian karena lokasinya yang ada di pesisir Jakarta.

Seperti Museum Bahari, sebelumnya merupakan gedung bersejarah yang berdiri pada 1977 sebagai gudang oleh persekutuan dagang Hindia Belanda atau VOC di kawasan Pasar Ikan, Kota Tua Batavia.

Gudang yang ada di muara Sungai Ciliwung itu terdiri atas dua sisi, yakni sisi barat dikenal dengan sebutan Westzijdsche Pakhuizen atau Gudang Barat (dibangun secara bertahap mulai 1652-1771).

Sedangkan yang di sisi timur disebut Oostzijdsche Pakhuizen atau Gudang Timur. Gudang barat terdiri atas empat unit bangunan, dan tiga unit di antaranya yang sekarang digunakan sebagai Museum Bahari.

Museum Bahari menyimpan koleksi yang berhubungan dengan kebaharian dan kemaritiman bangsa Indonesia dari Sabang hingga Merauke.

Baca Juga: Anies Ganti Sejumlah Nama Jalan di Jakarta, Sejarawan: Biar Penduduk Ngerti Tokoh Betawi

Koleksi-koleksi yang disimpan terdiri atas berbagai jenis perahu tradisional dengan aneka bentuk, gaya dan ragam hias, hingga kapal zaman VOC.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait