facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dinilai Lari dari Tanggung Jawab, GP Ansor DKI Jakarta Desak Polisi Periksa Pimpinan Holywings Indonesia

Chandra Iswinarno | Yaumal Asri Adi Hutasuhut Senin, 27 Juni 2022 | 16:50 WIB

Dinilai Lari dari Tanggung Jawab, GP Ansor DKI Jakarta Desak Polisi Periksa Pimpinan Holywings Indonesia
Massa saat berkumpul di DPW GP Ansor DKI Jakarta, Tebet, jelang aksi geruduk Holywings. (Suara.com/Yaumal)

Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor DKI Jakarta menilai manajemen Holywings Indonesia lari dari tanggung jawab.

SuaraJakarta.id - Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor DKI Jakarta menilai manajemen Holywings Indonesia lari dari tanggung jawab. Sebab sejak kasus promosi minuman alkohol yang mereka lakukan, petinggi Holywings Indonesia tidak pernah muncul ke publik untuk sampaikan permintaan maaf.

Dalam dua kali permintaan maaf, pihak Holywings hanya menyampaikannya melalui tulisan yang diunggah di akun Instagram resminya dengan nama pengguna @holywingsindoensia.

"Kami juga menyesalkan sikap para petinggi manajemen holywings yang terkesan lari dari tanggungjawab dan hanya melakukan permintaan maafnya melalui media sosial," kata ketua PW (GP) Ansor DKI, Muhammad Ainul Yakin dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/6/2022).

Lantaran itu, GP Ansor DKI Jakarta mendesak agar para petinggi manajemen Holywings Indonesia segera menunjukkan batang hidung ke publik.

Baca Juga: Pemprov DKI Tak Bisa Langsung Tutup Holywings, Begini Penjelasan Wagub DKI

"Kami mendesak owner dan manajemen holywings tampil ke publik dan meminta maaf secara terbuka," tegas Ainul.

Kemudian kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, GP Ansor meminta agar tempat hiburan malam tersebut segera dicabut izin operasinya.

"Kami Mendesak kepada yang terhormat Gubernur DKI Jakarta bapak Anies Baswedan untuk mencabut Izin Operasional Holywings di seluruh wilayah DKI Jakarta," kata Ainul.

Selain itu, Ainul menyatakan, GP Ansor akan terus bergerak menuntut penutupan Holywings di DKI Jakarta.

"Gerakan itu sebagai ungkapan kekecewaan kami umat Islam terhadap perilaku Holywings yang telah memggunakan nama Muhammad untuk promosi minuman beralkohol," kata dia.

Baca Juga: Banyak Pihak Desak Pemprov DKI Tutup Holywings, Wagub Riza: Tidak Bisa Serta Merta Langsung Ditutup

Terkait ditetapkannya enam orang tersangka oleh Polres Metro Jakarta Selatan dalam kasus perkara ini, GP Ansor menyampaikan apresiasinya. Namun mereka meminta agar para petinggi tempat hiburan malam tersebut turut diperiksa.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait