"Kayak sebenarnya kita enggak ada maksud apa-apa. Tapi kita mau ambil HP, yang disebelah kita kesenggol. Khawatirnya dipikir kita mua modus, padahal enggak," kata Rudi.
Walau mendukung kebijaka ini, Rudi meminta pemerintah DKI Jakarta untuk membahasnya lebih matang lagi, sehingga tidak berdampak terhadap pendapatan sopir angkot.
"Harus dipastikan, apakah kebijakan ini berdampak ke pendapatan sopir angkotnya. Karena ruangnya sempit, kalau misalnya tempat duduk cewek penuh, tempat cowok ada beberapa yang enggak keisi, masa enggak boleh naik. Ini sih yang perlu dipertimbangkan lagi," ujarnya.