Ia menjelaskan penetapan status tersangka itu dilakukan setelah penyidik mendengarkan keterangan anggota DPRD Palembang berinisial MSZ yang dijemput paksa pada Rabu (24/8) malam.
Penyidik juga mengantongi cukup barang bukti, di antaranya berupa video rekaman CCTV, menghimpun keterangan saksi-saksi, dan hasil visum et repertum terhadap korban penganiayaan.
"Ada kesesuaian dari barang bukti dan keterangan saksi dengan hasil visum korban mengalami luka memar di muka, tangan dan jari," katanya.
Kronologi Penganiayaan
Menurut Ngajib, penganiayaan tersebut dialami korban saat sedang antre mengisi BBM mobilnya di SPBU Demang Lebar Daun, Palembang.
Menurut saksi, tersangka diduga menyerobot antrean mobil korban yang telah mengantre lebih dulu. Korban yang merasa tersinggung lalu turun dari mobil untuk menegur Syukri Zen.
Kemudian tersangka keluar dari mobil CRV-nya bernomor polisi BG 7 UB dan langsung melakukan pemukulan terhadap korban J.
Tindak penganiayaan yang dilakukan tersangka terekam video amatir berdurasi 15 detik dari seorang warga yang juga sedang mengantre BBM di SPBU tersebut hingga kemudian viral di berbagai kanal media sosial.
Setelah video itu viral di media sosial beberapa hari terakhir, tersangka Syukri Zen menyampaikan permohonan maaf kepada korban J dan masyarakat atas tindakannya melakukan pemukulan dan penganiayaan terhadap perempuan.
Baca Juga:Tujuh Pelaku Penganiayaan Wartawan di Sumut Ditangkap
Laporan dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum anggota DPRD Palembang itu sebelumnya dilaporkan korban ke Polsek Ilir Barat 1, tapi hingga akhirnya kasusnya diambil alih Polrestabes Palembang.