Anies Baswedan Berdalih Kapasitas Drainase Terbatas Jadi Penyebab Banjir, PDIP: Kenapa Tak Ditingkatkan?

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menyesalkan Gubernur Anies Baswedan yang telah gagal dalam mengatasi masalah banjir.

Chandra Iswinarno | Fakhri Fuadi Muflih
Kamis, 13 Oktober 2022 | 20:53 WIB
Anies Baswedan Berdalih Kapasitas Drainase Terbatas Jadi Penyebab Banjir, PDIP: Kenapa Tak Ditingkatkan?
Ilustrasi banjir di Jakarta. Warga menurunkan barang saat banjir terjadi di permukiman penduduk kawasan Rawajati, Jakarta, Senin (10/10/2022). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww].

SuaraJakarta.id - Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menilai Gubernur Anies Baswedan yang telah gagal dalam mengatasi masalah banjir. Apalagi setiap banjir terjadi, terkesan selalu menyalahkan kapasitas drainase di ibu kota.

Untuk diketahui dalam berbagai kesempatan, Anies menyebut sistem drainase di Jakarta hanya mampu menampung hujan dengan intensitas 100 milimeter per hari. Jika lebih dari kemampuan itu, Anies memastikan air akan meluap.

Gembong menyebut, Anies seperti membiarkan kapasitas drainase tersebut selama lima tahun ini. Akhirnya banjir akan terus terjadi ketika hujan deras.

"Dia (Anies) kan sudah tahu persoalannya, kalau drainasenya sudah tua. Ya kalau sudah tahu, mau diapain? Kan mesti diperbaiki, tapi nggak diapa-apain. (Anies) menyalahkan (drainase), tapi tidak ngapa-ngapain juga," ujar Gembong di gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (13/10/2022).

Baca Juga:Hujan Deras Rendam 7 Ruas Jalan di Jakarta Barat, Ketinggian Banjir Capai 100 Cm

Seharusnya, kata Gembong, Anies melakukan upaya untuk memperbarui sistem drainase di ibu kota. Misalnya dengan memperluas saluran sungai, kali, menambah waduk, dan menambah fasilitas penampung air lainnya.

Proses pembaruan itu pun bisa dilakukan jika Anies memang niat bekerja.

"Artinya kalau bicara banjir di jakarta, sebetulnya bisa diantisipasi ketika mau mengantisipasi. Kita sudah tahu kok kalau drainase kota kita buruk," tuturnya.

Padahal, Gembong menyebut Anies punya dua pilihan program untuk meningkatkan kapasitas drainase di Jakarta, yakni naturalisasi dan normalisasi. Namun, selama lima tahun menjabat Anies disebutnya hanya sibuk memperdebatkan istilah saja.

"Bahkan hanya sekadar melakukan koneksi antara BKT (Banjir Kanal Timur) dengan Ciliwung yang panjangnya sekitar 600 meter saja, lima tahun tidak bisa dilakukan," katanya.

Baca Juga:8 Ruas Jalan di Jaksel dan Jakbar Tergenang Banjir Akibat Hujan Sore Tadi, Ini Daftarnya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak