Ada 121 Aduan Soal THR, Pemprov DKI Sebut Laporan Terus Menurun

Pemprov DKI terima 121 aduan THR (turun dari tahun lalu). Kasus diselesaikan mediasi, peringatan, hingga (terakhir) pencabutan izin usaha. Belum ada pencabutan izin.

Chandra Iswinarno | Fakhri Fuadi Muflih
Selasa, 25 Maret 2025 | 22:52 WIB
Ada 121 Aduan Soal THR, Pemprov DKI Sebut Laporan Terus Menurun
Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (TKTE) DKI Jakarta melakukan inspeksi dadakan (sidak) di empat perusahaan di Ibu Kota pada Selasa (25/3/2025). [Suara.com]

"Sanksinya jelas. Pertama kita ada peringatan 1-2. Kita periksa ini," ujar Hari di Jakarta Pusat, Selasa (25/3/2025).

Hari juga mengingatkan sanksi pencopotan izin usaha melalui Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu (PMTSP) bagi perusahaan yang tak membayar THR.

"Kalau memang dia nggak ini ya kita cabut izin usahanya. Melalui PTSP tadi itu. Kan kita udah online. Oh mereka melakukan pelanggaran. Ya kita laporkan, cabut NIP-nya," ungkapnya.

Namun, selama proses penyelesaian aduan itu nantinya Dinas TKTE akan melakukan mediasi antara manajemen dengan karyawan jika pembayaran THR tak bisa langsung dilaksanakan. 

Baca Juga:Dinas TKTE Akui Jakarta Kekurangan Pengawas THR, 40 Orang Awasi 300 Ribu Lebih Perusahaan

Nantinya, mereka bisa saja membuat kesepakatan yang menyesuaikan kondisi.

Misalnya, kesepakatan untuk membayar sebagian, mencicil, dan menunda pembayaran dalam waktu tertentu karena kondisi perusahaan pailit.

Karena itu, sejauh ini belum pernah ada kasus perusahaan dicabut izinnya karena tidak membayar THR karyawannya.

"Dua tahun ini belum ada. Karena memang itu tadi. Selesai dengan 4 kriteria tadi. Ada yang dibayar separuh karena kesepakatan antara pekerja dan pengusaha," ungkapnya.

"Ada yang dibayar karena memang kondisi pailit. Yang satunya tadi istilahnya dibayar setengahnya karena memang perusahaannya mampunya sekarang," katanya.

Baca Juga:Pengusaha atau Karyawan Bingung Soal THR? Pemprov DKI Buka Posko Pengaduan

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini