Evakuasi Belum Berhasil, Ini 6 Fakta Pencarian Korban Pesawat ATR 42-500 di Maros

Operasi SAR gabungan belum berhasil mengevakuasi jenazah korban pesawat ATR di pegunungan Maros hingga Minggu malam (18/1/2026).

Tasmalinda
Minggu, 18 Januari 2026 | 23:07 WIB
Evakuasi Belum Berhasil, Ini 6 Fakta Pencarian Korban Pesawat ATR  42-500 di Maros
proses evakuasi pesawat ATR 42-500
Baca 10 detik
  • Operasi SAR gabungan belum berhasil mengevakuasi jenazah korban pesawat ATR di pegunungan Maros hingga Minggu malam (18/1/2026).
  • Cuaca buruk berupa hujan deras dan medan pegunungan curam menjadi kendala utama menghambat proses evakuasi korban.
  • Tim SAR memutuskan bermalam di dekat lokasi penemuan jenazah, memprioritaskan keselamatan personel di atas segalanya.

SuaraJakarta.id - Proses pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR di wilayah pegunungan Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, masih menghadapi tantangan berat. Hingga Minggu malam (18/1/2026), tim Search and Rescue (SAR) gabungan belum berhasil mengevakuasi jenazah korban yang telah ditemukan di lokasi kejadian.

Cuaca buruk dan medan ekstrem menjadi faktor utama yang memengaruhi jalannya operasi.

Berikut 6 fakta lapangan terbaru dari proses pencarian dan evakuasi pesawat ATR di Maros:

1. Jenazah Korban Sudah Ditemukan, Tapi Belum Bisa Dievakuasi

Baca Juga:Cek Fakta: Benarkah Prabowo Ingin Jadikan Purbaya sebagai Presiden Tahun Depan?

Tim SAR gabungan telah menemukan jenazah korban di sekitar lokasi jatuhnya pesawat ATR. Namun hingga kini, jenazah tersebut belum dapat diangkat karena kondisi lapangan yang tidak memungkinkan.

Upaya evakuasi sudah dilakukan beberapa kali, tetapi harus dihentikan demi keselamatan personel.

2. Hujan Deras Terjadi Hampir Sepanjang Hari

Kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan hujan lebat sejak sore hingga malam hari. Curah hujan tinggi disertai kabut tebal membuat jarak pandang terbatas dan meningkatkan risiko terpeleset maupun longsor.

Cuaca inilah yang menjadi kendala terbesar dalam proses evakuasi.

Baca Juga:Cek Fakta: Benarkah Trump Bilang AS Tak Butuh PBB dan Hanya Takut Tuhan?

3. Medan Pegunungan Curam dan Sulit Diakses

Lokasi jatuhnya pesawat berada di kawasan pegunungan dengan kontur sangat terjal. Akses menuju titik temuan hanya bisa dilakukan dengan berjalan kaki dan menggunakan peralatan khusus.

Evakuasi melalui jalur udara, termasuk menggunakan helikopter, belum dapat dilakukan karena visibilitas rendah.

4. Tim SAR Bermalam di Dekat Lokasi Jenazah

Karena evakuasi belum memungkinkan, tim SAR memutuskan mendirikan camp darurat di sekitar lokasi penemuan jenazah. Tim bermalam di area tersebut agar tetap dekat dengan titik evakuasi dan siap melanjutkan operasi begitu cuaca membaik.

Langkah ini juga dilakukan untuk menjaga lokasi tetap aman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak