“Kehadiran PID ini berguna untuk memudahkan semuanya dalam menimba ilmu, membuat proses belajar menjadi lebih menarik, serta kaya akan kreativitas dengan pola interaktif,” ujar Mu’ti.
Penyediaan perangkat digital perlu diikuti dengan dukungan listrik dan internet serta peningkatan kapasitas guru. Dengan demikian, teknologi tidak hanya tersedia di sekolah, tetapi juga dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang pembelajaran.
Revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran merupakan dua upaya yang saling melengkapi. Revitalisasi menyediakan lingkungan belajar yang lebih layak, sementara digitalisasi memperluas pilihan metode pembelajaran dan mendukung pemanfaatan teknologi di ruang kelas.
Melalui kedua program tersebut, pemerintah berupaya memperkuat pemerataan layanan pendidikan di berbagai daerah, termasuk wilayah yang menghadapi keterbatasan infrastruktur.
Baca Juga:BRI Bawa Tiga Pilar Baru di Qlola New Skin, dari Personalisasi hingga Konektivitas
Keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah sekolah yang diperbaiki atau perangkat yang disalurkan, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan peserta didik dan guru dalam kegiatan belajar sehari-hari.
Penguatan infrastruktur dan pemanfaatan teknologi diharapkan menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas pendidikan serta perluasan kesempatan belajar bagi anak-anak Indonesia.***