Rika menjelaskan bahwa kekuatan pengamanan petugas lebih sedikit daripada titik rawan keamanan di LP yang bersangkutan.
"Kekuatan pengamanan petugas persisnya hanya 12 orang (satu shift), sedangkan ada 19 titik rawan keamanan di Lapas Tangerang," jelas Rika.
Hingga saat ini, pihaknya tidak ingin berasumsi macam-macam, termasuk adanya keterlibatan berbagai pihak dalam kasus kaburnya narapidana asal Negeri Panda tersebut.
"Belum bisa menyampaikan asumsi. Tim kan masih bekerja. Kalaupun ada yang terlibat kita enggak tahu, dari pihak luar kah atau siapa," jelasnya.
Kasusnya baru dilaporkan 5 hari setelah pelarian
Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade Hidayat mengatakan, pihaknya segera bergerak setelah Lapas menerbitkan daftar pencarian orang (DPO).
Selain itu, Polda Metro Jaya juga akan membentuk tim khusus untuk mengejar napi yang bersangkutan.
"Kita akan bentuk (tim khusus) nanti, kita koordinasi dengan Polres setempat dan lainnya karena kan belum diterbitkan kan ya ini DPO-nya," kata Tubagus.
Hal senada diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota AKBP Tahan Marpaung. Saat ini pihaknya masih berupaya untuk memburu Cai.
Baca Juga: Polisi Sita Ratusan Gram Narkoba Sebulan, Tersangka Terancam Hukuman Mati
"Kita juga bantu untuk cari," kata dia.
Ia mengungungkapkan lambannya penyelidikan disebabkan karena pihak Lapas baru melaporkan kasus ini 5 hari setelah kejadian. Tepatnya Jumat, (18/9/2020). Diketahui Cai melarikan diri sejak Senin, (14/9/2020)
"Yah kita dilaporin setelah 5 hari," ungkap Tahan.
Kontributor : Irfan Maulana
Berita Terkait
-
Kabur dari Lapas, Napi WN China Diduga Gali Gorong-gorong Selama 6 Bulan
-
Napi WNA China Dihukum Mati Selundupkan Narkoba, Sudah 2 Kali Kabur
-
Napi Asal China yang Kabur dari Lapas Klas 1 Tangerang Terpidana Mati
-
Lewat Gorong-Gorong, Napi Asal China Kabur dari Lapas Klas 1 Tangerang
-
Berhasil Bobol Gudang dan Bawa 15 Senapan AK, 219 Tahanan di Uganda Kabur
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Ajang WCCE 2026 Kenalkan Produk Kreatif Anak Bangsa Lewat Artisan Alley
-
Advokat Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik Hakim MK, Soroti Perkara PHPU Pilpres
-
Rano Karno Dorong Pendampingan Digitalisasi dan Akses Keuangan
-
IIF Raih Tiga Penghargaan Internasional di Bidang Inovasi Operasional dan ESG
-
Bagi Nasabah BRI Private dan Prioritas, Silakan Nikmati Privilege Kesehatan dari Prodia