Scroll untuk membaca artikel
Rizki Nurmansyah
Kamis, 01 Oktober 2020 | 15:13 WIB
Amien Rais saat masih menjabat Ketua Dewan Kehormatan PAN, menengahi kericunan dalam Rakernas ke V PAN, SAbtu (7/12/2019). [Suara.com/Ria Rizki Nirmala Sari]

Salah satu putranya yang juga politikus PAN, Mumtaz Rais, sempat memberikan komentar untuk ayahnya terkait rencana tersebut.

Kala itu Mumtaz Rais mengungkapkan bahwa rencana pendirian partai politik baru ini dipicu faktor emosional semata karena ayahnya dikompor-dikompori oleh pihak tertentu.

"Gini aja deh, kalau partai baru ini tidak terbentuk, berarti hanya emosional sesaat. Untuk membuktikannya, itu rumusnya, tapi kalau ini terbentuk berarti ini dipikir betul, betul-betul dengan nalar, logika, dan dengan strategis pembentukan. Kalau hanya koar-koar di mulut berarti cuma emosi," tegas lelaki yang sempat berencana maju Pilkada 2020 Sleman itu.

Ketua POK DPP PAN Mumtaz Rais - (Instagram/@mumtaz.rais)

Di kesempatan sama, ia juga mengulik sejarah PAN, yang pernah terbelah dengan nama Partai Matahari Bangsa, yang akhirnya mati pada Pemilu 2014 silam.

Baca Juga: Amien Rais Deklarasi Partai Baru, Bernama Partai Ummat

"Kalau cuma akhirnya kecil, mati di tengah jalan, malu-maluin," tutur Mumtaz Rais saat dihubungi SuaraJogja.id, Selasa (31/3/2020).

Amien Rais sendiri pada Juli lalu, melalui kanal YouTube Ustaz Tengku Zulkarnain, mengaku telah dikeluarkan anak buahnya di PAN karena beda prinsip.

Load More