SuaraJakarta.id - Suku Dinas Sumber Daya Air Kota Jakarta Selatan menyiagakan petugas piket selama 24 jam di setiap posko di tingkat kecamatan untuk mengantisipasi banjir di Ibu Kota.
Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air atau Sudin SDA Jakarta Selatan, Mustajab mengatakan, petugas ini sebelumnya juga sudah disiagakan bahkan sebelum musim hujan tiba.
"Kalau kami tidak nunggu hujan, kami sudah siapkan setiap saat ada piket. Kalau piket ada setiap hari 24 jam yang tersedia di posko kami sendiri, jadi setiap kecamatan ada posko-pokso yang dikendalikan oleh kepala satuan pelaksana (kasatpel)," kata Mustajab di Jakarta, Rabu (8/9/2021).
Mustajab menjelaskan, salah satu langkah awal mencegah meluapnya waduk dan saluran air di wilayah itu saat musim hujan adalah mengeringkan delapan waduk guna menampung debit air ketika curah hujan tinggi. Nantinya bila hujan mereda, kata dia, pintu-pintu air di waduk tersebut akan dibuka kembali.
"Itu langkah-langkah yang kita lakukan sehingga ketika hujan, waduk-waduk itu harus dalam keadaan tertutup. Nanti kalau hujannya sudah reda baru pintu air boleh dibuka kembali," ujar Mustajab.
Ia memastikan hingga hari ini kondisi debit air di sejumlah waduk dan kali di Jakarta Selatan masih dalam keadaan stabil. Kendati demikian, dia mengajak segenap warga untuk tetap siaga dan cepat bertindak untuk meminimalkan kerugian apabila terjadi banjir.
"Kita itu harus waspada mulai dari tingkat rukun tetangga (RT), kecamatan hingga tingkat kota. Saat ini kondisi debit air masih stabil bahkan ada yang rendah, Krukut itu paling rendah," tuturnya.
Selain menyiagakan petugas, pihaknya juga telah menempatkan 130 unit pompa banjir berupa 90 unit pompa permanen (stasioner) dan 40 unit pompa bergerak (mobile) di 43 lokasi rawan genangan sebagai persiapan menghadapi musim hujan mendatang. Semua pompa banjir tersebut sanggup menyedot air dengan cepat untuk disalurkan ke sejumlah kali.
"Pompa stasioner dalam kondisi 93,33 persen siap beroperasi dan 6,7 persen sedang perbaikan. Pompa ini akan menyalurkan air yang di berbagai kali seperti di sepanjang Ciliwung, Pesanggrahan dan kali lainnya," kata Mustajab. (Antara)
Baca Juga: Antisipasi Banjir, Pemkot Jakbar Kerahkan 150 Petugas Untuk Gerebek Lumpur
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Salah Satu Bupati di Jambi Diduga Palsukan Akta Perusahaan Saat Jadi Notaris
-
Sambut World Ocean Day, Novotel Greater Jakarta Menggelar Ciliwung River Education & Cleanup
-
Swiss-Belresidences Kalibata Hadirkan Liburan Sekolah Lebih Ceria bersama SBEC Juniors
-
FIFGROUP Raih Penghargaan CSR Nasional Berkat Program Berkelanjutan dan Berdampak
-
Mas Dhito Lepas 126 Siswa Boarding School Passing Grade Terbaik untuk Masuk Perguruan Tinggi