Dengan jumlah terbatas itu, para pendaftar harus mengikuti seleksi yang ketat dan terpusat di Kementerian Agama.
Basit menyebut, tak ada syarat khusus agar dapat masuk ke MAN Insan Cendikia Serpong. Terpenting semua proses seleksi tes diikuti tanpa ada intervensi dari siapapun.
"Siswa tidak bisa sembarang masuk karena harus melakukan seleksi nasional yang ketat. Kita by sistem seleksinya dan itu sangat fair karena tidak ada intervensi dari siapapun untuk masuk ke MAN IC. Yang jelas mereka harus mengikuti seleksi. Seleksi tes potensi akademik dan tes potensi belajar. Dua-duanya menjadi parameter kami menerima dan itu dilakukan pihak ketiga, bukan kami yang menentukan. Terakhir penetapan diterima atau tidkanya di MAN IC oleh DIrjen Pendidikan Agama Islam. Jadi kami hanya menerima hasil seleksi yang sudah ditetapkan," beber Basit.
Bulan lalu, MAN yang digagas Presiden ke-3 RI BJ Habibie itu merayakan hari jaidnya ke-25 tahun. Di usia yang sudah seperempat abad itu, Basit mengatakan, pihaknya bakal terus melakukan perbaikan dan fokus mempertahankan prestasi yang sudah diraih.
"Target kami di tahun tetap belajar memperbaiki, belajar terus mempertahankan, belajar terus mengurai berbagai hal yang belum ada dan belum sempurna," katanya.
Selain itu, pihaknya tengah melakukan tranformasi digital. Nantinya, semua aktivitas belajar-mengajar akan menggunakan teknologi digital baik untuk siswa ataupun guru.
Itu dilakukan untuk memberikan layanan lebih optimal baik kepada siswa, guru maupun orangtua.
"Beberapa tahun ini sudah kita lakukan. Pertama, transformasi digital, kita sudah memulai semua proses dan layanan berbasis digital. Di kelas kita punya smart class room, ada smart tv, daring pun bisa di kelas, semua sudah kita siapkan. Kedua, dari sisi layanan kami sedang kembangkan aplikasi layanan terintegrasi termasuk layanan ke orangtua, siswa dan masyarakat," pungkasnya.
MAN Insan Cendekia Serpong Tangsel menjadi SMA terbaik di Indonesia berdasarkan nilai Ujian Tes Berbasis Komputer (UTBK) 2021. Capaian ini dirilis oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi.
Baca Juga: Jadi Sekolah Terbaik se-Indonesia Berdasarkan UTBK, Kepala MAN IC Serpong: Itu Bonus
Kontributor : Wivy Hikmatullah
Berita Terkait
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Tangsel?
-
Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan
-
Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik
-
Latihan Manasik Jamaah Calon Haji di Tangsel
-
Pelaku Tangkap Terduga Pembunuh Wanita Paruh Baya di Tangsel, Ternyata Mantan Suami
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling 'Skena' di Jakarta, Nomor 4 Lagi Banyak Diburu Kolektor
-
5 Alasan Tren 'Slow Living Run' Kini Bikin Banyak Orang Lebih Suka Lari Santai di Taman Kota
-
Perluas Jejaring Internasional, Budi Luhur Teken Kerja Sama dengan ACWA Network
-
Skandal Pedofil Jepang Guncang Blok M: Polda Metro Buru Pelaku, Kedubes Jepang Keluarkan Peringatan
-
Gaya 'Old Money' dengan Sepatu Lari Lokal: 5 Brand yang Tampil Mewah Tanpa Logo Mencolok