Scroll untuk membaca artikel
Rizki Nurmansyah
Jum'at, 15 Oktober 2021 | 19:27 WIB
Sejumlah toilet darurat di Rumah Lawan COVID-19 Tangsel tampak ditumbuhi rumput menjalar di Tandon Ciater, Serpong, Jumat (15/10/2021). [SuaraJakarta.id/Wivy Hikmatullah]

"Itu memang karena tenaga kami terbatas, saya lihat (petugas) lagi konsentrasi di dalam. Jangan juga (dibiarkan) kan itu aset. Soal tumpukan sampah, itu bekas tukang-tukang bekas selasar. Nanti saya coba ke OB untuk diberesin. Kalau lihat gitu saya sedih juga, biasanya bersih rapi," bebernya.

Sementara itu di zona dua, terlihat sejumlah sendal jepit bekas dipakai tampak berserakan di depan glamping tempat karantina. Sejumlah bagian tenda glamping pun tampak ditumbuhi rumput liar yang menjalar.

Di sekelilingnya, rumput liar pun tampak tubuh subur. Pasalnya, lahan yang dipakai sebagai tempat karantina pasien COVID-19 itu dulunya merupakan lahan pertanian yang dikelola Dinas Pertanian Tangsel.

Diketahui, Rumah Lawan COVID-19 milik Pemerintah Kota Tangerang Selatan mulai beroperasi sejak Maret 2020.

Baca Juga: Sempat Rawat Ribuan Orang, Rumah Lawan COVID-19 Tangsel Kini Nol Pasien

Tempat karantina pasien Covid-19 di Rumah Lawan Covid-19 bertema Glamping, Selasa (9/3/2021). [Suara.com/Wivy]

Ada dua zona yang dijadikan tempat karantina pasien Covid-19 dengan total ada 300 kamar. 150 kamar berada di zona satu dan sisanya ada di zona dua yang memiliki konsep glamour camping.

Hingga saat ini tercatat, Rumah Lawan COVID-19 Tangel telah merawat 4.019 pasien gejala ringan.

Kontributor : Wivy Hikmatullah

Load More