SuaraJakarta.id - Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta menganggap rapor merah yang diberikan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) atas empat tahun kinerja Gubernur Anies Baswedan memimpin ibu kota sudah tepat. Anies dianggap layak dapat nilai buruk atas kondisi Jakarta saat ini.
Ketua fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono mengatakan, banyak janji kampanye Anies saat Pilkada 2017 lalu yang tidak dilakukan. Salah satunya adalah tetap melakukan penggusuran.
"Janjinya tidak akan melakukan penggusuran tapi toh pak Anies ternyata melakukan penggusuran. Artinya kan buah dari janji yang diberikan kepada Jakarta," ujar Gembong saat dikonfirmasi, Selasa (19/10/2021).
Menurutnya, Anies sudah terlanjur berjanji kepada warga tidak melakukan penggusuran. Padahal, sudah seharusnya hal itu dilakukan karena untuk melakukan normalisasi atau naturalisasi sungai perlu ada pemindahan warga di bantaran kali.
"Karena dia gengsi. Gengsi dengan janji yang pernah diucapkan. Padahal itu memang harus dilakukan dalam rangka penataan permukiman di bantaran sungai," ucapnya.
Selain itu, Anies juga disebutnya melakukan pembangunan yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Misalnya di Kampung Akuarium yang milik pemerintah malah dibangun rumah susun.
"Banyak pembangunan yang dilakukan pak Anies dalam rangka memenuhi janji itu melanggar aturan," katanya.
Berdasarkan pertimbangan itu, Gembong menilai rapor merah dan nilai buruk yang diberikan kepada Anies sudah tepat.
"Jadi saya pikir sangat layak diberikan oleh LBH jakarta kepada Pemprov DKI. Saya kira sudah pas itu," imbuh dia.
Baca Juga: Dapat Rapor Merah dari LBH Jakarta, Wagub DKI: Tanyakan Warga soal Kinerja Anies
Berita Terkait
-
Dapat Rapor Merah dari LBH Jakarta, Wagub DKI: Tanyakan Warga soal Kinerja Anies
-
Geger Kader PDIP Disebut Celeng dan Dukung Capres 2024, Ini Sikap Bupati Wonogiri
-
Kasih Rapor Merah, LBH Sebut Anies Masih Pakai Cara Ahok Gusur Warga Jakarta
-
Banyak Dalih Lanjutkan Reklamasi, LBH Kasih Anies Rapor Merah
-
Anies Tak Terima Langsung Rapor Merah dari LBH Jakarta, Pemprov DKI: Nanti Dipelajari
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
- Tiga Jembatan di Batang Toru, Ikhtiar Menjaga Satwa Liar Tetap Terhubung
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Polda Metro Jaya Hentikan Penyelidikan Kasus Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald
-
Kualitas Pendidikan Nasional Makin Kuat, Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi Terus Diperluas
-
Ada Potensi Kerugian Negara Rp104 Triliun, DPR Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut
-
Kampanye Indonesia Asri dan Universitas Indonesia Gagas Implementasi Circular Campus
-
Dirjen Bina Adwil: Dana Otsus Aceh Pasca-2027 Harus Berorientasi Hasil dan Kemandirian Fiskal