SuaraJakarta.id - Gereja Katolik Santo Laurensius Alam Sutera, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) membatasi jumlah jemaat yang melakukan misa Natal hanya 40 persen dari total kapasitas.
Jumlah itu lebih sedikit dibandingkan yang dibolehkan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel), yakni 75 persen. Alasannya tak mau ambil risiko ancaman COVID-19 Varian Omicron.
Hal itu diungkapkan Wakil Dewan Paroki Gereja Santo Laurensius Fransiskus Hartapa.
Dia mengatakan, jumlah itu bertambah dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 20 persen.
"Tahun kemarin kita 20 persen sekarang 40 persen sesuai karena standar dari keuskupan di Jakarta. Kita nggak mau ambil risiko, demi keamanan bersama," katanya ditemui SuaraJakarta.id, Jumat (24/12/2021).
Hartapa menerangkan, ibadah Natal itu dilaksanakan secara offline dan online dari rumah. Prosesi ibadah akan dilakukan dalam lima sesi selama dua hari, Jumat- Sabtu (24-25/12/2021).
Dalam setiap sesinya, jumlah jemaat yang akan melaksanakan ibadah di gereja yakni 700 orang, 650 jemaah dan 50 lainnya pengurus dan panitia. Mereka akan ditempatkan di dua titik di dalam gereja dan di aula.
"Dibagi lima sesi, untuk hari ini jam 5 sore dan 8 malam. Kemudian besok jam 6 pagi, setengah 9 dan jam 5 sore itu bisa diikuti melalui online," terangnya.
Untuk pelaksanaan ibadah offline, pihak gereja menerapkan aturan ketat. Pertama, para jemaat harus mendaftarkan diri melalui aplikasi Bela Rasa.
Baca Juga: Waspada Omicron, Kemenag Tangsel Anjurkan Ibadah Natal di Rumah: Konsekuensinya Luar Biasa
Nantinya, mereka akan mendapat undangan berbentuk QR Code lengkap dengan nomor kursi.
Selain itu, para jemaat yang diperbolehkan ibadah di gereja wajib sudah melakukan vaksinasi dosis dua dan dibuktikan melalui aplikasi PeduliLindungi.
"Umat yang boleh ibadah offline di gereja hanya umur 12 tahun ke atas, untuk anak-anak nggak boleh. Mereka juga harus terdaftar di PeduliLindungi juga," ungkapnya.
Nantinya, untuk mencegah kerumunan usai ibadah Natal, pihaknya mengatur alur keluar para jemaat.
Mereka akan diarahkan keluar secara bergantian sesuai zona tempat duduk.
"Nanti pada saat keluar mereka diatur per zona. Mereka akan keluar dipanggil berdasarkan urutan per zona, jadi tidak sekaligus sehingga tidak menimbulkan kerumunan," bebernya.
Berita Terkait
-
Viral Petugas SPBU Curangi Konsumen di Tangsel, Pengawas: Sudah Dipecat
-
Final Sepak Bola Satpol PP vs Setwan DPRD Tangsel Ricuh
-
Cabuli Siswi Magang, Pemkot Tangsel Pecat Pegawai Kelurahan Jombang Ciputat
-
Geram Pegawai Kelurahan di Tangsel Lecehkan Siswi PKL, Kak Seto: Ini Kejahatan Seksual
-
Pegawai Kelurahan di Tangsel yang Lakukan Pelecehan Seksual ke Siswi PKL Jadi Tersangka
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
Pilihan
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
Terkini
-
Perkuat Tata Kelola, Akses Layanan UMKM di Jakarta Kian Diperluas
-
Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot
-
Sidang Febrie Adriansyah Berlanjut, Maphi Soroti Dugaan Intervensi Kasus BTS 4G
-
Dari Pilates hingga Padel Tepi Laut, Ini Cara Asyik Isi Akhir Pekan di Pesisir Jakarta
-
Ingin Perbarui Tampilan Rumah? 8 Merek Home and Living Hadir di IDD