Scroll untuk membaca artikel
Dwi Bowo Raharjo | Faqih Fathurrahman
Selasa, 04 Oktober 2022 | 13:23 WIB
Polsek Tambora saat merilis kasus pembacokan pelajar dengan pelajar. (Suara.com/Faqih)

“Kan kena disini, punggung. Jadi nyalur ke paru-paru, jadi paru-parunya tuh di buka. Cairannya dikeluarin,” jelas Sekar.

Sata ini kondisi DF kian membaik, ia juga sudah sempat siuman, sehari setelahnya. Namun saat itu, kata Sekar, DF tidak banyak bicara.

Insiden Pembacokan

Sekar menyebut, anaknya sama sekali tidak melakukan tawuran antar pelajar. Saat itu DF hanya menjadi korban serangan pelajar dari wilayah Penjaringan Jakarta Utara.

Baca Juga: Bersenjatakan Celurit dan Stik Golf, Gerombolan Remaja Hendak Tawuran di Pasar Minggu, 11 Orang Diamankan

DF bersama rekannya saat itu sedang bermain dengan rekan sebanya. Secara tiba-tiba datang bandit seusianya secara bergerombol dengan membawa celurit panjang.

Tanpa basa-basi gerombolan itu langsung mengacungkan celurit besar yang dibawanya.

“Tiba-tiba dateng segelombolan itu pake motor, ngacungin celurit,” tutur Sekar.

Ilustrasi celurit digunakan untuk tawuran. [Ist]

DF dan teman-temannya yang panik langsung kabur berhamburan. Nahas saat itu DF menabrak motor yang sedang di parkir, sehingga membuatnya terjatuh.

DF saat itu sempat meminta ampun, namun tanpa belas kasih para bandit tersebut langsung membacoknya dengan celurit besar yang telah mereka persiapkan sebanyak dua kali.

Baca Juga: Densus 88 Dilibatkan Usut Perampokan 3 Toko Emas, Ada Indikasi Untuk Pendanaan Terorisme

“Nambrak motor dia. Motor berenti dia tabrak jadi jatuh. Abis jatuh langsung dicelurit dua kali. Sekali gak kena, dua nya kena,” ungkap Sekar.

Load More