“Kita melihat tadi masyarakat penerima begitu senang. Tadi ada testimoni bahwa itu memang mereka butuhkan saat ini, dan ini bisa sangat membantu kondisi rumah tangga mereka. Harapan kita karena ini akan dilakukan penyaluran selama enam bulan, kita akan menyalurkan setiap bulan, berarti ada enam kali, kita laksanakan tepat waktu berkoordinasi dengan stakeholder terkait, khususnya Bulog,” kata Tonggo.
Harapan Penerima
Penerima Bantuan Pangan (PBP) tampak memadati lokasi pembagian BP-CBP di Gudang Bulog Gumilir Cilacap pada 2 Januari 2024. Selain gembira karena akan mendapatkan bantuan beras 10 kg, mereka juga antusias menyambut kehadiran Presiden.
Salah satunya, Handri Triwahyudi. Warga Cilacap ini mengaku senang bisa bertatap muka langsung dengan kepala negara sekaligus mendapatkan bantuan.
“Di sini antusiasme masyarakat terhadap kedatangan Presiden RI Bapak Joko Widodo sangat tinggi. Terima kasih atas semua bantuan sosial dari Bapak Presiden untuk masyarakat. Mudah-mudahan ke depannya bantuan kami yang kami terima ini bisa berlanjut, atau agar lebih baik lagi dan tepat sasaran. Terima kasih,” ucap Handri.
Pada kesempatan tersebut Handri mengaku menerima sejumlah bantuan selain beras.
“Saya terima beras 10 kg, terus ada minyak goreng, gula pasir. Terima kasih, saya di sini mewakili masyarakat khususnya kabupaten Jelacap, mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Presiden beserta Bulok yang telah memberikan bantuan sosial kepada masyarakat khususnya warga Cilacap.
PBP lainnya yaitu Nenny, juga merasakan antusiasme serupa. Kehadiran Presiden laksana magnet yang memikat warga datang.
“Alhamdulillah, senang sekali bisa melihat langsung Bapak Jokowi yang selama ini enggak pernah lihat secara langsung. Perasaannya, senang sekali. Alhamdulillah, saya dapat bantuan juga bisa melihat Bapak Jokowi secara langsung,” tutur Nenny.
Baca Juga: Pos Indonesia dan Bank Muamalat Jalin Sinergi Pendaftaran Haji
Nenny bersyukur bisa menerima bantuan karena dapat membuatnya berhemat pengeluaran.
“Alhamdulillah, sangat berguna sekali buat saya pribadi dan mungkin buat orang-orang yang masih kekurangan, begitu. Mudah-mudahan ke depannya bisa lebih baik lagi untuk penyaluran bantuan pangan, lebih tepat sasaran lagi,” ucapnya.
PBP berikutnya yang ditemui di lokasi adalah Hesty Sulastiyanningsih. Ibu tiga anak ini mengaku sedang ditinggal merantau oleh suami. Bisa menerima BP-CBP ini Hesty sangat senang.
“Anak saya tiga, suami lagi merantau. Apa-apa sekarang serba mahal. Bahan pokok lumayan lagi pada naik harganya. Makanya saya senang banget bisa terima bantuan ini,” kata Hesty.
Berita Terkait
-
Pos Indonesia Pastikan Penyaluran Bantuan CBP Tepat Waktu
-
Kunjungi Kantorpos Manado, Presiden Jokowi Apresiasi Penyaluran BLT El Nino Berjalan Lancar
-
Keandalan Pos Indonesia dalam Penyaluran Bantuan CBP
-
Pos Indonesia Bagikan BLT El Nino kepada 13 Ribu KPM di Bandung
-
Pos Indonesia dan Bank Muamalat Jalin Sinergi Pendaftaran Haji
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Anti Boros Setelah Lebaran, 7 Ide Masak Sekali untuk Stok Seminggu ala Meal Prep Simpel
-
Benarkah WFA Efektif Tekan Arus Balik 2026? Saat Data Kendaraan Justru Meningkat
-
Dompet Tipis Setelah Lebaran? Ini 7 Cara Cepat Memulihkan Keuangan di Akhir Bulan
-
Sentuhan Klasik di Destinasi Modern: Cerita dari Flea Market Indonesia Design District
-
'Maaf, Nggak Open House', Benarkah Gen Z Kini Pilih Privasi Saat Lebaran?