SuaraJakarta.id - Cacar api atau herpes zoster adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh virus varicella-zoster, virus yang sama dengan penyebab cacar air.
Meski terdengar seperti masalah kulit biasa, cacar api sebenarnya bisa sangat menyakitkan, terutama pada kelompok usia lanjut, dan perlu mendapat perhatian lebih.
Menurut dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR, seorang dokter spesialis penyakit dalam konsultan reumatologi dari Universitas Indonesia, cacar api merupakan infeksi virus.
Yang cenderung muncul kembali saat sistem kekebalan tubuh seseorang melemah, khususnya pada orang berusia di atas 50 tahun.
Apa Itu Cacar Api?
Cacar api berbeda dengan cacar air. Meskipun berasal dari virus yang sama, cacar api muncul setelah seseorang pernah menderita cacar air di masa lalu.
Setelah sembuh dari cacar air, virus varicella-zoster tidak sepenuhnya hilang dari tubuh. Ia akan tetap “tidur” di dalam sistem saraf tubuh dan bisa aktif kembali ketika sistem imun seseorang melemah.
“Virus itu berdiam di tubuh kita, dia tinggal tunggu waktu. Sampai seseorang itu menjadi tua, atau sistem kekebalan tubuhnya menurun, dia bisa bangkit kembali,” ujar dr. Sandra dalam diskusi kesehatan di Jakarta, Minggu, 1 Juni 2025.
Gejala Umum Cacar Api
Baca Juga: Waspada! Kasus DBD di Jakbar Naik Sejak Januari, Kelembapan Suhu Jadi Penyebab
Gejala cacar api kerap kali muncul secara tiba-tiba dan seringkali menimbulkan rasa sakit yang intens.
Beberapa gejala khas yang perlu diwaspadai antara lain:
-Ruam kemerahan pada satu sisi tubuh atau wajah
-Lepuhan berisi cairan yang kemudian mengering
-Nyeri ekstrem di area ruam, terasa seperti terbakar, tersengat listrik, atau tertusuk benda tajam
-Gatal dan sensasi panas
-Demam ringan, kelelahan, atau sakit kepala
Yang mengejutkan, rasa sakit dari cacar api bisa bertahan lama bahkan setelah ruam atau luka di kulit telah sembuh.
“Sakitnya tidak hanya pada waktu (kulit) melepuh saja, tapi sakitnya bisa bertahan hingga satu tahun. Jadi meski kulitnya sudah sembuh, tapi sakitnya masih berasa,” tambah dr. Sandra.
Siapa Saja yang Rentan Terkena Cacar Api?
Meski bisa terjadi pada siapa saja, cacar api paling sering menyerang lansia dan individu dengan sistem kekebalan tubuh lemah.
Faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terkena cacar api meliputi:
-Usia di atas 50 tahun
-Memiliki riwayat keluarga dengan herpes zoster
-Mengidap penyakit seperti kanker, diabetes, penyakit autoimun, dan penyakit jantung
-Mengalami stres berkepanjangan
-Menderita penyakit paru-paru kronis
-Jenis kelamin perempuan memiliki risiko sedikit lebih tinggi
Pasien Autoimun dan Risiko Lebih Tinggi
Dalam paparannya, dr. Sandra juga menekankan bahwa pasien autoimun berisiko dua hingga tiga kali lebih tinggi terkena cacar api dibandingkan populasi umum.
“Pasien autoimun mengalami disfungsi atau gangguan dari sistem imunnya sehingga lebih rentan terkena infeksi, dan juga lebih cenderung memberat kalau terkena infeksi,” jelasnya.
Selain itu, pengobatan yang biasa digunakan untuk menangani autoimun juga dapat menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh, sehingga menambah risiko terhadap berbagai infeksi, termasuk herpes zoster.
Komplikasi Cacar Api yang Perlu Diwaspadai
Salah satu komplikasi paling umum dari cacar api adalah neuralgia pasca-herpetik, yakni kondisi nyeri kronis di area bekas ruam yang bisa berlangsung berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.
Komplikasi lain termasuk:
-Infeksi bakteri sekunder pada kulit
-Kehilangan penglihatan, jika cacar api menyerang area sekitar mata
-Gangguan pendengaran
-Pneumonia
-Radang otak (ensefalitis), meski sangat jarang
Cara Mencegah Cacar Api
Kabar baiknya, cacar api dapat dicegah dengan kombinasi gaya hidup sehat dan vaksinasi.
Berikut beberapa tips untuk menurunkan risiko herpes zoster, terutama bagi lansia:
1. Menjaga Daya Tahan Tubuh
Pola hidup sehat seperti tidur cukup, konsumsi makanan bergizi, olahraga teratur, dan menghindari rokok atau alkohol sangat membantu menjaga sistem imun.
2. Mengelola Stres
Stres menjadi salah satu pemicu kekambuhan virus. Rutin melakukan relaksasi seperti meditasi, yoga, atau sekadar hobi santai bisa membantu menurunkan kadar stres.
3. Vaksinasi Herpes Zoster
Vaksin cacar api merupakan langkah pencegahan paling efektif. Vaksin ini direkomendasikan terutama bagi mereka yang berusia di atas 50 tahun atau yang memiliki riwayat penyakit kronis.
“Kita perlu mendiskusikan vaksinasi cacar api ini dengan dokter masing-masing,” kata dr. Sandra.
4. Hindari Kontak dengan Penderita
Meski tidak seinfeksius cacar air, virus cacar api bisa menular melalui kontak langsung dengan cairan dari lepuhan.
Maka, sebaiknya hindari kontak dekat dengan penderita, terutama jika Anda belum pernah terkena cacar air atau belum divaksin.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasikan ke dokter bila Anda atau anggota keluarga mengalami gejala cacar api.
Penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius dan mempercepat proses penyembuhan. Terutama jika Anda:
-Berusia di atas 50 tahun
-Mengalami nyeri atau ruam di dekat mata
-Sedang mengidap penyakit kronis
-Merasa nyeri luar biasa sebelum muncul ruam
Cacar api bukan sekadar penyakit kulit biasa, tapi bisa menimbulkan nyeri yang berkepanjangan dan menurunkan kualitas hidup, terutama bagi lansia dan penderita autoimun.
Melalui pola hidup sehat, manajemen stres, dan vaksinasi, risiko penyakit ini bisa dikurangi secara signifikan.
Diskusikan lebih lanjut dengan dokter Anda tentang vaksin cacar api, terutama jika Anda telah memasuki usia 50 tahun ke atas atau memiliki kondisi medis tertentu.
Pencegahan selalu lebih baik daripada mengobati.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
Terkini
-
MLSC All-Stars 2026: All-Stars Jakarta Amankan Tiket Final Usai Tekuk Yogyakarta
-
Kredit Motor di Jakarta Fair 2026? Jangan Sampai Ditolak, Ini 4 Hal yang Wajib Disiapkan
-
Salah Satu Bupati di Jambi Diduga Palsukan Akta Perusahaan Saat Jadi Notaris
-
Sambut World Ocean Day, Novotel Greater Jakarta Menggelar Ciliwung River Education & Cleanup
-
Swiss-Belresidences Kalibata Hadirkan Liburan Sekolah Lebih Ceria bersama SBEC Juniors