Terpisah Pengamat politik dan kebijakan publik Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul menyoroti proses lelang jabatan di perusahaan plat merah Kota Tangsel itu.
Menurut Adib, tak bisa disangkal bahwa posisi Direksi dan Komisaris sering diisi orang-orang yang punya kedekatan politik dengan penguasa.
“Kalau mau jujur orang-orang yang menduduki komisaris direktur BUMD Tangsel itu memang restu politik nggak usah ditutup-tutupin kalaupun ada misalnya Open bidding profiling screening itu hanya sebenarnya seremoni yang terpenting adalah investasi jumbo ini harus dikawal oleh orang-orang yang profesional,” katanya.
“Enggak masalah dia punya restu dari orang politik karena memang itu tiket utamanya sebenarnya yang terpenting adalah investasi di Tangsel ini bisa berjalan dengan baik,” papar Adib.
Adib menyinggung soal Partai Gerindra yang hari ini menjadi Partai penguasa di Tangsel. Pasalnya, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie saat ini merupakan Kader Partai Gerindra.
“Saya memastikan dan memprediksi berpeluang besar terutama Gerindra kan partai kuat sekarang, partai berkuasa, enggak jauh-jauh bahwa orang yang bakal duduk itu pasti ada representasi dari kepentingan politik-politik kita itu pasti mereka saling berkolaborasi,” beber Adib.
“Seleksi itu hanya seremonial sebenarnya pemenangnya yang bakal duduk itu sudah ada kalau saya mengatakan realitas politik hari ini yang menjadi skala prioritas pasti orang yang punya afiliasi dengan partai penguasa,” tambah Adib.
Sementara itu Praktisi Hukum Universitas Pamulang (Unpam) Suhendar menilai, terdapat catatan permasalahan serius dalam seleksi direksi dan komisari Perseroda PITS.
Hal itu mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2018 Tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Anggota Dewan Pengawas Atau Anggota Komisaris dan Anggota Direksi Badan Usaha Milik Daerah.
Baca Juga: Gerindra Usulkan Nafif Laha Untuk Dampingi Bupati Dhito di Pilkada 2024
Pertama, kata Suhendar, soal transparansi pembentukan panitia seleksi yang terkesan tertutup dan tak diumbar ke publik.
“Ini yang tidak transparan, pertanyaannya adalah siapa aja dari panitia seleksi yang berasal dari unsur lembaga independen atau perguruan tinggi, ini saja tidak dapat dijelaskan. Hari ini bisa kita lihat sangat tergesa-gesa dan ketika jadwal nya saja tidak terpublikasi maka itu menunjukan tidak ada perencanaan yang baik," tutur Suhendar.
Suhendar turut mempertanyakan bagaimana pembobotan nilai pada Uji Kepatutan dan Kelayakan (UKK) nantinya. Sementara, katanya, tim penguji UKK seharusnya diseleksi terlabih dahulu, bukan ditunjuk sepihak oleh Panitia Seleksi.
Suhendar juga menekankan pentingnya keterlibatan Intelijen dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
“Terakhir tentu saja UKK ini sangat disyaratkan untuk melibatkan intelejin daerah atau PPATK ini penting untuk melihat rekam jejak calon tersebut. Apakah sudah sejauh itu, bagaiamana prosesnya itu kira-kira menjadi catatan apakah panitia nanti pada akhirnya menghasilkan calon yang berkualitas atau tidak itu sangat tergantung dari tim seleksinya,” pungkasnya.
Kontributor : Wivy Hikmatullah
Berita Terkait
-
Gerindra Usulkan Nafif Laha Untuk Dampingi Bupati Dhito di Pilkada 2024
-
Golkar-PKS Buka Peluang Koalisi Di Pilkada DKI 2024
-
Fraksi PKS Tolak RUU DKJ, Delapan Fraksi Lainnya Sepakat Jadi Rancangan Undang-undang Usulan Baleg
-
Sempat Tuntut PSI Rp 1 Triliun, Viani Limardi Kini Jadi Bacaleg Gerindra
-
Viral, Pimpinan DPRD Subang Elita Budiarti Hengkang dari Golkar ke Gerindra
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event
-
5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran
-
JK Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Mantan PM Jepang Yasuo Fukuda
-
Menginap dan Nikmati Lebih Banyak: ibis Jakarta Raden Saleh Hadirkan Stay Longer, Enjoy More"
-
TEI 2026 Perkuat Ekspor, Ketahanan Energi, dan Ketahanan Pangan Melalui Sinergi dengan BPDP