- Tim khusus Polda Sulawesi Selatan mengamankan Kasat Narkoba dan Kanit Narkoba Polres Toraja Utara terkait dugaan narkotika.
- Dua oknum tersebut diduga menerima aliran dana rutin sekitar Rp13 juta per minggu dari bandar narkoba.
- Penangkapan ini terungkap setelah pengembangan kasus penangkapan bandar berinisial ET oleh Polres Tana Toraja.
SuaraJakarta.id - Aparat kepolisian kembali menangkap oknum anggota kepolisian yang diduga terlibat dalam praktik narkotika. Kali ini, Kasat Narkoba Polres Toraja Utara dan seorang Kanit Narkoba diamankan oleh tim khusus Polda Sulawesi Selatan dalam kasus yang masih terus diselidiki.
Berikut tujuh fakta terbaru yang terungkap dari kasus dugaan keterlibatan aparat dalam jaringan narkoba:
1. Dua Oknum Polisi Diamankan
Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan melalui tim khusus mengamankan dua oknum perwira di jajaran Polres Toraja Utara, yakni Kasat Reserse Narkoba AKP Arifan Efendi dan Kanit Narkoba Aiptu Nasrul.
2. Diduga Jadi Kaki Tangan Bandar Narkoba
Keduanya diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan peredaran narkotika setelah muncul indikasi adanya aliran dana dari bandar kepada oknum anggota tersebut.
3. Penempatan Khusus Oleh Propam
Dua oknum polisi itu kini ditempatkan dalam penempatan khusus (Patsus) oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulawesi Selatan agar proses pemeriksaan berjalan secara intensif.
4. Diduga Menerima Aliran Dana Rp13 Juta per Pekan
Baca Juga: Buka Puasa Jakarta Hari Ini 22 Februari 2026 Pukul Berapa? Cek Waktu Maghribnya
Informasi awal yang dihimpun menunjukkan bahwa kedua oknum polisi itu diduga menerima aliran dana rutin sekitar Rp13 juta setiap pekan dari bandar narkoba sejak September 2025.
5. Kasus Terungkap Saat Penangkapan Bandar
Kasus ini mulai terungkap setelah penangkapan seorang bandar berinisial ET alias O oleh jajaran Polres Tana Toraja. Dari tangan ET, polisi menyita barang bukti sabu seberat sekitar 100 gram.
Penyidikan lanjutan terhadap ET kemudian mengarah pada dugaan aliran dana ke oknum aparat.
6. Peran dan Keterlibatan Masih Diselidiki
Polda Sulsel menegaskan bahwa penyelidikan masih terus berjalan untuk memastikan sejauh mana keterlibatan masing-masing serta kemungkinan ada pihak lain yang terlibat dalam jaringan tersebut.
Tag
Berita Terkait
-
Rp1,5 Miliar Raib, Istri Polisi Jadi Tersangka Penipuan Kredit HP, Ini 6 Faktanya
-
Polisi Bongkar Penyelundupan Ganja 15,5 Kg dari Jakarta Hingga Pamulang
-
Cek Fakta: Benarkah Kantor Polisi Cina Terbentuk di Morowali & Mendarat di Manado
-
10 Prompt Gemini AI Jadi Polisi Dan Tentara, Gagah Diantara Kerumunan
-
Wanita Kehilangan Suami Lapor Polisi
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Cek Fakta: Heboh Donasi Fantastis ke Iran dari Warga RI, Benarkah atau Hoaks?
-
Review Jujur Sepatu Lari Murah di Decathlon, Layakkah Dipakai Lari 5 Km Setiap Pagi di 2026?
-
Cara Memilih Sunscreen Spray yang Tidak Merusak Makeup di 2026, Lengkap dengan Rekomendasi Produknya
-
Bahas Flyover Mengkreng, Mas Dhito Bertemu Bupati Nganjuk dan Jombang
-
Mas Dhito Tekankan Profesionalitas Pengelolaan KDKMP agar Berkelanjutan