- Kemacetan terjadi di Tol Cipali pada KM 188.
- Pemudik disarankan keluar di Cirebon dan menggunakan jalur Pantura.
- Jalur Pantura terpantau lebih lancar dibandingkan tol.
SuaraJakarta.id - Kemacetan panjang terjadi di ruas Tol Cikopo–Palimanan (Tol Cipali) pada malam ini, Kamis (26/3/2026). Kepadatan terpantau di sekitar KM 188 arah Palimanan, dengan antrean kendaraan mengular hingga KM 180 atau sekitar 8 kilometer.
Selain di KM 188, kepadatan juga terjadi di sejumlah titik lain, yakni KM 175 dan KM 164. Kondisi ini seiring meningkatnya volume kendaraan pada arus balik Lebaran menuju arah Jakarta.
Meski demikian, pemudik tetap disarankan untuk tidak memaksakan perjalanan di dalam tol saat antrean sudah mengular panjang. Mengambil jalur alternatif dinilai lebih efektif untuk menjaga waktu tempuh.
Keluar melalui Gerbang Tol Palimanan di Cirebon dan melanjutkan perjalanan melalui jalur Pantura menjadi opsi yang bisa dipertimbangkan.
Sejumlah pemudik yang telah beralih jalur menyebut kondisi di Pantura relatif lebih lancar. Salah satunya, Azza, yang memilih keluar tol lebih awal untuk menghindari kepadatan.
“Di tol sudah padat, jadi saya keluar di Cirebon. Di Pantura masih lebih lengang dan jalan masih lancar,” ujar Azza.
Berbeda dengan kondisi di dalam tol, arus lalu lintas di jalur Pantura terpantau lebih normal, sehingga memungkinkan kendaraan tetap bergerak tanpa terjebak antrean panjang.
Kemacetan pada malam hari ini menjadi sinyal bahwa arus balik mulai memasuki fase padat. Dengan puncak arus balik yang diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan, kepadatan serupa berpotensi kembali terjadi di titik-titik krusial seperti Tol Cipali.
Pihak Tol telah melakukan langkah penanganan untuk mengurai kepadatan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemberlakuan sistem contra flow (CF) sepanjang 7 kilometer di titik rawan.
Baca Juga: Lebaran Asyik di Jakarta: Keliling Dunia dalam Satu Kawasan, Tanpa Macet-macetan Keluar Kota
Langkah tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi volume lalu lintas serta diskresi pihak kepolisian, dengan harapan kepadatan di titik tersebut dapat segera terurai.
Dalam situasi seperti ini, fleksibilitas menjadi kunci. Memilih jalur alternatif sejak dini dapat membantu pemudik menghindari penumpukan kendaraan dan menjaga perjalanan tetap lancar hingga tujuan.
Berita Terkait
-
Puncak Arus Balik 28-29 Maret, Baru 36 Persen Kendaraan Menyeberang dari Sumatera ke Jawa
-
Benarkah WFA Efektif Tekan Arus Balik 2026? Saat Data Kendaraan Justru Meningkat
-
48 Ribu Pemudik Sudah Menyeberang ke Sumatera, Merak-Bakauheni Mulai Dipadati Kendaraan
-
Simak Daftar Pengalihan Arus Jalan Menuju TMII dan Ragunan pada Malam Tahun Baru
-
Wagub Rano Karno Lepas 654 Pemudik ke Kepulauan Seribu, Kebanyakan Mahasiswa dan Pekerja
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Swiss-Belresidences Kalibata Hadirkan 24 Hours Stay, Menginap Fleksibel Selama 24 Jam Penuh
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
-
Sepatu Lari Lokal Makin Viral, Tapi 5 Hal Ini Masih Bikin Sebagian Runner Ragu?
-
Deretan Elite Penegak Hukum dan Pejabat Hadir di Pelantikan PERADI Profesional
-
Anomali Pasar Properti Mewah, Vila Puluhan Miliar di BSD City Ludes Terjual