Penghasilan Nyungsep, Kisah Pengusaha Panti Pijat Di Tengah Wabah Covid-19

Pengusaha panti pijat d Tangeran Selatan menghadapi dilema karena diperpanjangnya PSBB. Apa ceritanya?

M. Reza Sulaiman
Rabu, 23 September 2020 | 20:53 WIB
Penghasilan Nyungsep, Kisah Pengusaha Panti Pijat Di Tengah Wabah Covid-19
Pengusaha panti pijat di Tangerang Selatan dilema karena adanya PSBB. (Suara.com/Wivy)

SuaraJakarta.id - Pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir membuat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Tangerang Selatan diperpanjang. Dampaknya pun dirasakan oleh berbagai sektor usaha, termasuk panti pijat.

Seperti yang dikeluhkan oleh pengusaha panti pijat di Tangsel bernama Dudi Ahdiat. Pemilik panti pijat Galuh Centre itu hanya bisa pasrah terhadap situasi pandemi Covid-19.

Dia menghadapi dilema, satu sisi harus mengikuti kebijakan pemerintah tetapi satu sisi dia memikirkan nasib para karyawannya agar tak kelaparan di tengah wabah Covid-19.

Dari 16 unit panti pijat dan bekam yang dimiliki, Dudi terpaksa harus menutup setengah dari unit usaha yang dirintis keluarganya itu.

Baca Juga:Temukan Kejanggalan soal Kaburnya Napi Asal China, Desmond: Aneh bin Ajaib

Penyebabnya, pengunjung para pekerjanya sudah menyerah lantaran takut terpapar Covid-19 kemudian memilih pulang kampung. Tapi, setengahnya lagi masih bertahan hingga saat ini.

"Sebelum ada Covid biasanya penghasilan sau outlet mencapai 2-3 juta perbulan, tapi setelah ada Covid turun drastis," kata Dudi di rumahnya di Puri Serpong 1, Setu, Tangsel, baru-baru ini.

Penghasilan outlet panti pijatnya anjlok, diperparah dengan adanya penerapan PSBB yang melarang aktivitas salah satunya panti pijat beroperasi.

Kondisi tersebut terasa memburuk selama beberap bulan. Kemudian muncul harapan ketika PSBB kembali dilonggarkan sekira Juli lalu.

"Tetapi sekarang, PSBB diperpanjang lagi selama satu bulan karena kasus Covid belum tuntas. Akibatnya penghasilan panti pijat nyungsep lagi. Pokoknya amsyong dah!" keluhnya.

Baca Juga:Melongok Lokasi Napi China yang Kabur, Habiburokhman: Ngga Masuk Akal

Meski begitu, dia memilih bertahan dan tetap membuka sebagian outletnya itu. Tak lain, agar para karyawannya tetap dapat penghasilan dan tidak kelaparan di tengah pandemi Covid-19.

"Saat ini yang penting anak buah bisa makan aja udah bersyukur. Yang penting makan, jangan mati kelaperan bukan mati akibat Covid-19,” ungkapnya.

Meski tetap beroperasi, Dudi mengaku, menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat. Dengan mewajibkan para karyawannya memakai masker dan rajin mencuci tangan. Dia pun, tak lagi melayani panggilan pijat dan mereka yang dilayani pijat hanya yang mendesak.

"Misalnya ada pasien yang abis jatuh dari motor minta diurut ya kita layani. Tetapi kalau ada yang lagi demam suhunya di atas normal ya mending tutup daripada beresiko tertular Covid-19," tegasnya.

Dudi yang sudah menjadi terapis pijat sejak tahun 90-an itu tak berharap muluk-muluk. Ia hanya berharap, vaksin COvid-19 segera ditemukan.

"Harapanya bukan soal bantuan dari pemerintah, tapi semoga pemerintah cepat menemukan vaksin Covid-19. Bukan berarti menyampingkan harapan bantuan stimulus dari pemerintah, tapi bergantung bantuan aja enggak cukup. Pemerintah juga sudah kewalahan. Jadi berharap kondisi segera normal lagi seperti sebelum ada covid," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak