Nurmaita mengaku kondisinya masih gerimis. Ia pun berulang kali mengucap takbir saat melihat detik-detik atapnya terbang.
"Mulut saya cuma bisa ngomong Allahhu akbar. Itu saja terus berulang. Enggak bisa ngomong lain-lain sambil nangis," paparnya.
Setelah beberapa lama kemudian, Nurmaita bersama suaminya bergegas keluar. Di luar mereka melihat tanaman singkong yang sudah hancur.
"Pohon juga tumbang. Tanaman singkong yang sudah tumbuh hancur. Akhirnya kami membereskan termasuk atap rumah kami pakaikan terpal agar tidak kehujanan," ungkapnya.
Baca Juga:Tangerang Diterjang Puting Beliung, Motor Berjejer Ringsek Tertimpa Pohon
Nurmaita juga mengaku belum mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah setempat.
"Sekarang saja ini atapnya kami pakai seng. Belum ada bantuan," imbuhnya.

62 Rumah Rusak
Kepala Desa Cikasungka Muhammad Supriyadi mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendataan terkait warga yang terdampak perisitiwa puting beliung itu.
"Sudah didata ada 62 rumah yang mengalami rusak ringan hingga berat di Cikasungka. Ada korban cedera tidak begitu parah, dia ketimpa asbes di Bukit Cikasungka," ungkap Supriyadi kepada Suara.com ditemui di kantornya.
Baca Juga:Lima Rumah Warga di Bangka Rusak Diterjang Angin Puting Beliung
Dia mengakui belum ada bantuan untuk korban yang terdampak. Hal itu karena data-data korban baru selesai dirangkum.