Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ayah Korban Geram Pelaku Pencabulan Bebas Berkeliaran: Tiap Sore Karaokean

Rizki Nurmansyah Jum'at, 16 Oktober 2020 | 19:56 WIB

Ayah Korban Geram Pelaku Pencabulan Bebas Berkeliaran: Tiap Sore Karaokean
Ilustrasi pencabulan. [Covesia]

Modus pelaku mengaku memiliki kemampuan supranatural untuk membuat korban bisa cepat dapat jodoh.

SuaraJakarta.id - Hampir dua bulan sudah kasus pencabulan terhadap seorang ABG berinisial  I, warga Kabupaten Tangerang, berlalu. Namun pelaku bernama Jaidil belum juga diamankan polisi.

Ayah korban pencabulan berinisial D mengatakan, hingga saat ini belum ada perkembangan apa pun terkait kasus yang menimpa anaknya.

Pelaku pencabulan, kata dia, juga masih berkeliaran.

"Belum ada perkembangan sama sekali. Pelaku masih berkeliaran. Malah setiap sore hari pelaku sering pesta karokean di rumahnya," ucapnya saat dihubungi Suara.com, Jumat (16/10/2020).

D mengakui sudah berupaya menghubungi pihak Polresta Tangerang yang menangani kasus itu. Namun hasilnya nihil.

"Saya sudah berusaha menanyakan kasus ini kepada polisi tapi belum ada respons sampai sekarang. Bagaimana yah ini," ujarnya sambil sesenggukan.

Padahal, D menyebutkan, ia telah membuat laporan polisi sejak 19 Agustus 2020. Terhadap korban juga sudah dilakukan proses visum.

"Saya masih ingat, laporan kepada polisi itu tanggal 19 Agustus 2020. Sudah hampir dua bulan belum ada perkembangan apa pun," lirihnya.

Orang tua korban berinsial D menunjukkan bukti laporan polisi terkait kasus pencabulan yang menimpa putrinya saat ditemui di kediamannya di Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (2/9/2020). [Suara.com/Ridsha Vimanda Nasution]
Orang tua korban berinsial D menunjukkan bukti laporan polisi terkait kasus pencabulan yang menimpa putrinya saat ditemui di kediamannya di Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (2/9/2020). [Suara.com/Ridsha Vimanda Nasution]

Karena itu, D mengharapkan agar pelaku bisa ditangkap dan diadili atas perbuatan bejatnya. Apalagi, katanya, tetangga seolah meremehkan.

"Warga sering tanya, pak gimana kasusnya itu yang dilaporin, pelakunya masih ada saja tuh. Jadi, dianggapnya saya orang tidak punya, enggak bisa berbuat banyak," ungkapnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait