alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pesan Mahfud untuk Polisi soal Demo Besok: Jangan Bawa Peluru Tajam

Rizki Nurmansyah | Ria Rizki Nirmala Sari Senin, 19 Oktober 2020 | 20:19 WIB

Pesan Mahfud untuk Polisi soal Demo Besok: Jangan Bawa Peluru Tajam
Polisi menembakkan gas air mata kepada massa demonstran yang menolak disahkannya Undang-Undang Omnibus Law di Kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, Kamis (8/10). [Suara.com/Alfian Winanto]

Mahfud menyampaikan kepada seluruh aparat keamanan untuk menggunakan pendekatan humanis.

SuaraJakarta.id - Aksi demo menolak UU Cipta Kerja akan kembali digelar sejumlah elemen masyarakat pada Selasa (20/10/2020) besok.

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD berpesan kepada aparat kepolisian untuk tidak membawa berpeluru tajam.

Mahfud menyampaikan kepada seluruh aparat keamanan yang bertugas menjaga pelaksanaan aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja untuk menggunakan pendekatan humanis.

"Kepada aparat kepolisian dan semua perangkat keamanan dan ketertiban diharapkan untuk memperlakukan semua pengunjuk rasa dengan humanis, jangan membawa peluru tajam," kata Mahfud dalam video di akun YouTube Kemenko Polhukam, Senin (19/10/2020).

Baca Juga: Selain Mahasiswa, KASBI Juga Bakal Geruduk Istana Negara Besok

Polisi melakukan pengamanan saat sejumlah massa melakukan aksi tolak UU Cipta Kerja di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Selasa (13/10/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Polisi melakukan pengamanan saat sejumlah massa melakukan aksi tolak UU Cipta Kerja di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Selasa (13/10/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Mahfud mengungkapkan kalau pemerintah tidak melarang adanya aksi unjuk rasa dengan tujuan mengemukakan pendapat di muka umum.

Sebab kegiatan tersebut sudah dijamin oleh konstitusi UUD 1945 dan diatur dalam UU Nomor 9 Tahun 1998.

Namun, ia tetap meminta kepada peserta aksi untuk tetap berlaku tertib selama pelaksanaan unjuk rasa.

Selain itu, Mahfud mewanti-wanti kepada peserta aksi unjuk rasa terkait kemungkinan adanya penyusup yang berniat menimbulkan kerusuhan di tengah demo tolak UU Cipta Kerja.

Ia meminta para peserta aksi agar lebih awas sehingga tidak menjadi martil bagi para penyusup.

Baca Juga: Besok Ada Demo UU Cipta Kerja, Mahfud: Hati-Hati Jangan Sampai Ada Penyusup

"Kepada para pengunjuk rasa silakan berunjuk rasa, silakan. Tapi hati-hati jangan sampai ada penyusup yang mengajak Anda bikin ribut atau teman Anda jadi korban karena ada penyusup yang ingin mencari martil kepada aparat penegak hukum keamanan," tutur Mahfud.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait