Walaupun kerap dinilai dekat dengan tokoh pendukung aksi 212, ia menegaskan bahwa dirinya bukanlah pendukung 212, melainkan hanya sosok pengamat politk yang mendukung hak rakyat.
"Jadi kalau dibilang saya pro 212. nggak, saya bukan pro 212. Saya pro hak rakyat untuk tahu apa itu 212," tegasnya.

Selain itu, Rocky juga sempat menyinggung sejarah lahirnya dasar negara Pancasila.
Pandangan Rocky Gerung, keberadaan Pancasila tak lepas dari peran umat Islam yang rela mengganti beberapa kalimat yang terdapat pada sila pertama.
"Saya mau ingatkan bahwa sejarah republik ini berbasis pada moslem politics. Kan Pancasila itu 22 Juni ada Piagam Jakarta yang bunyi sila pertamanya Ketuhanan Yang Maha Esa Dengan Menjalankan Syariat Islam Bagi Pemeluk-pemeluknya," tutur Rocky.
Baca Juga:Rocky Gerung Cerita Masuk Pesantren Abu Bakar Baasyir: Tidak Radikal
“Lalu karena kelegaan hati moslem society yang mayoritas, mereka bahkan mau mendunda atau bahkan menghapus 7 kalimat terakhir hingga menyisakan Ketuhanan Yang Maha Esa itu,” sambungnya.