facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

ABG Bungkus Mayat Bayi Pakai Plastik dan Buang di Got, Motifnya Mengejutkan

Rizki Nurmansyah Minggu, 15 November 2020 | 13:40 WIB

ABG Bungkus Mayat Bayi Pakai Plastik dan Buang di Got, Motifnya Mengejutkan
Penemuan mayat bayi dalam plastik di Kampung Kramat, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (12/11/2020). [Ist]

Penemuan mayat bayi dalam plastik ini menggegerkan warga Kampung Kramat, Cibinong, Bogor.

SuaraJakarta.id - Polisi mengungkap motif pelaku pembuang mayat bayi yang dibungkus dalam plastik di selokan rumah warga di Cibinong, Bogor.

Pelaku berinisial NS yang tak lain ibu dari mayat bayi dalam plastik tersebut. Ia ditangkap di kediamannya di wilayah Cibinong.

Kapolsek Cibinong, AKP I Kadek Vemil mengatakan, ABG berusia 18 tahun itu melakukan aksi kejinya itu dikarenakan rasa malu.

Sebab, ia melahirkan anak tanpa ayah. Sang pacar yang telah menghamilinya enggan bertanggung jawab.

Baca Juga: Pelaku Pembuang Mayat Bayi Dalam Plastik di Cibinong Bogor Ditangkap

"Pelaku melakukan aksi kejinya dengan motif rasa malu, karena mempunyai anak di luar nikah dan sang pacar tidak mau bertanggung jawab,” ungkapnya kepada wartawan ditemui di DPRD Kabupaten Bogor, Minggu (14/11/2020).

Vemil menjelaskan pelaku melakukan aksi kejinya pada Senin (9/11/2020) lalu sekitar pukul 03.00 WIB.

Saat di kamar mandi rumahnya yang masih berada di kawasan Cibinong, pelaku melahirkan anaknya dengan terpaksa.

Kemudian, NS seketika bayinya lahir, langsung mencekik leher si bayi. Lalu ABG tersebut memotong tali ari-arinya dengan pisau dapur.

Setelah itu, pelaku langsung membungkus mayat bayinya menggunakan kantong plastik warna hitam dan membuangnya ke selokan yang tidak jauh dari rumahnya tersebut.

Baca Juga: 6 Fakta Mencengangkan ES, Pelaku Pembuang Janin Bayi di Perumahan Bogor

"Saat ini pelaku sudah kami lakukan penahanan, dan kami kenakan Pasal 340 KUHP dan Pasal 80 ayat 3 UU No. 35 tahun 2014, tentang perubahan atas UU No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana penjara diatas tujuh tahun," tukasnya.

Baca Juga

Berita Terkait