SuaraJakarta.id - Wisnu Wardhana, kuasa hukum Waroeng Brothers (WB), membantah pemilik WB ikut memukuli Lurah Cipete Utara Nurcahya dalam keributan yang terjadi antara pengunjung warung dengan pejabat kelurahan tersebut.
"Keributan antara Bu Lurah dengan tamu. Jadi, saya pernah melihat laporannya ke Wali Kota, ke Polres Jaksel bahwa pemilik WB juga ikut menganiaya, itu fitnah, tidak pernah ada," kata Wisnu Wardhana di Jakarta Selatan, Jumat (11/12/2020).
Menurut Wisnu, pada saat keributan terjadi, pemilik Waroeng Brothers justru yang berupaya melerai dan melindungi. Jangan sampai terjadi apa-apa dengan pejabat kelurahan tersebut.
"Kita buktikan dengan video, sudah kita sampaikan ke Polres," kata Wisnu.
Baca Juga:Ibu Lurah Cipete Utara Dikeroyok, Waroeng Brothers Ditutup Permanen
Selain membantah penyataan Lurah Cipete Utara yang dipukul oleh sejumlah orang di Waroeng Brothers, kuasa hukum juga menilai laporan tersebut mengada-ngada dan fitnah sehingga masuk kategori laporan palsu.
Penyataan yang dianggap mengada-ngada adalah terkait jumlah pengunjung saat penertiban yang dinyatakan lebih dari 100 orang.
Kuasa hukum berdalih, warung kopi dan kafe tersebut tidak bisa memuat lebih dari 50 orang.
"Bu Lurah tanpa atribut kelurahan tengah malam datang ke mari, tidak didampingi aparatur kelurahan, ataupun aparatur yang sah mendampingi dia sekalipun itu Satpol PP. Bu Lurah datang bersama dengan FKDM yang kita tidak tahu itu apa, tapi sudah dilengkapi dengan atribut Satgas Covid-19," kata Wisnu.
Menurut Wisnu, kedatangan Lurah Cipete Utara tanpa atribut dan pendampingan aparatur kelurahan sebagai tindakan hukum yang ilegal.
Baca Juga:Tegur Pengunjung Kafe Soal Protokol Kesehatan, Bu Lurah Kena Bogem Mentah
Lurah Cipete Utara, lanjut Wisnu, datang dengan tiga orang anggota FKDM (Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat) langsung memerintahkan dengan lantang kepada anggotanya untuk memfoto warung dan menggebrak-gebrak meja.
"Misalnya saya sebagai pengunjung yang tidak kenal itu Lurah tanpa adanya atribut, pasti tamu-tamu itu terpancing emosi dan memang pada kenyataannya terpancing emosi dan akhirnya bentrok," kata Wisnu.
Urus Perizinan
Pada malam itu, menurut pengakuan Wisnu, pihak Waroeng Brothers telah berkoordinasi dan berkomunikasi dalam kaitannya melindungi Lurah Cipete Utara dari cekcok.
Pihak pengacara juga membantah pernyataan Lurah Cipete Utara yang mencium aroma minum keras dari pengunjung yang datang pada saat pemukulan terjadi. Pernyataan tersebut dinilai tidak memiliki bukti yang kuat.
Saat ditanya jam operasional Waroeng Brothers melebihi batas aturan, karena pukul 01.30 WIB masih beroperasi, Wisnu beralasan pada malam itu tengah terjadi transisi mau tutup.
Tetapi pengunjung masih ada, sehingga menunggu pengunjung pulang satu per satu.
Terkait izin usaha, Wisnu mengaku pihak Waroeng Brothers sedang mengurus perizinan secara daring dan kini sudah memegang nomor izin bersama (NIB) sebagai dasar membuka usaha.
"WB sudah memiliki nomor izin bersama (NIB) izin usaha dan izin lokasi," ujar Wisnu.
Video Aksi Pemukulan
Sebelumnya diberitakan, sebuah video aksi pemukulan terhadap Lurah Cipete Utara Nurcahya beredar di jagat maya. Pemukulan dilakukan pengunjung resto tersebut.
Pemicu Lurah Cipete Utara dipukul diduga karena provokasi pemilik Waroeng Brothers ketika kegiatan pengawasan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kawasan itu.
Lurah Cipete Utara, Nurcahya menyebutkan, pemilik usaha Waroeng Brothers menolak saat diminta untuk memenuhi panggilan ke Kantor Kelurahan Cipete Utara.
Pemanggilan ini guna menindaklanjuti pelanggaran yang dilakukannya karena melebihi batas waktu operasional dan tidak mematuhi protokol kesehatan.
Pada malam kejadian tersebut, lanjut Nurcahya, pemilik Waroeng Brothers beralasan hari sudah larut pukul 00.30 WIB. Jam operasional pemerintahan juga sudah berakhir pukul 15.00 WIB.
"Saya bilang tidak apa-apa, jam kerja saya 24 jam. Dia (pemilik usaha) tidak mau dan pengunjung akhirnya terprovokasi," kata Nurcahya.
![Lurah Cipete Utara Nurcahya memberikan keterangan kepada awak media soal pemukulan yang dialaminya di Waroeng Brothers, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (11/12/2020). [ANTARA/Laily Rahmawaty]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/12/12/87234-lurah-cipete-utara-nurcahya.jpg)
Kronologi Pemukulan
Nurcahya menceritakan awal mula keributan hingga berujung pada pemukulan dirinya.
Saat itu, kata Nurcahya, ia sedang melakukan pemantauan kerumunan di Jalan Antasari, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Sabtu (21/11) lalu.
Nurcahya melanjutkan, memonitor wilayahnya hingga ke Jalan Pelita, untuk mengecek pengerjaan saluran oleh Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) sepanjang 350 meter.
Pada saat pengecekan di titik akhir saluran, Nurcahya yang berpatroli bersama dengan anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) dan Satgas COVID-19 tingkat RT mendengar suara hingar bingar dan gegap gempita orang bernyanyi-nyanyi yang ramai.
"Spontanitas saya beserta FKDM, PPSU dan Ketua RT ingin memonitor keadaan di Waroeng Brothers ini," kata Lurah Cipete Utara.
Nurcahya telah melaporkan peristiwa penganiayaan tersebut ke Polres Jakarta Selatan.
Tak lama setelah laporan dibuat, seorang pelaku berinisial RQ (22) ditangkap terkait pemukulan Lurah Cipete Utara Nurcahya.
Kekinian pelaku juga sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mako Polres Jakarta Selatan.
![Tangkapan layar video pemukulan terhadap Lurah Cipete Utara Nurcahya saat membubarkan kerumunan di Waroeng Brothers di Jalan Kemang Selatan VII B, Jakarta Selatan, Kamis (10/12/2020). [ANTARA/Laily Rahmawaty]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/12/12/79539-tangkapan-layar-video-pemukulan-lurah-cipete-utara-nurcahya.jpg)
Laporan Masyarakat
Menurut Nurcahya, Waroeng Brothers sudah berkali-kali dilaporkan oleh masyarakat. Karena merasa terganggu kenyamanan dan ketentramannya oleh kegiatan di warung kopi tersebut.
Melihat kebisingan di tengah malam tersebut, Nurcahya tidak lantas membubarkan orang-orang yang ada di dalam Waroeng Brother. Tapi berupaya memanggil pemilik warung yang diketahuinya bernama Feri.
"Saya sampaikan kepada Pak Feri, ini bagaimana, kan masih PSBB kenapa seperti ini situasi dan kondisinya. Saya minta Pak Feri untuk bicarakan ini di kantor saja," ujar Nurcahya.
Pada saat itu, lanjut Nurcahya, pengunjung warung tersebut terprovokasi, terjadi ketegangan. Saat hendak meninggalkan tempat tersebut, Nurcahya dikejar oleh sekelompok orang dari Waroeng Brothers, hingga terjadi pemukulan.
Nurcahya tidak mengenal siapa yang melakukan pemukulan terhadap dirinya. Karena peristiwa terjadi begitu cepat.
Ada yang memegang dirinya dan menarik lehernya, hingga memukulnya.
"Jadi, saya dipukulnya di jalan raya. Saya tidak kenal siapa yang mukul, karena hampir semua, ada beberapa orang. Itu saya dipegang, leher saya juga, seperti yang tampak di video yang beredar itu," katanya Nurcahya.
Akibat peristiwa tersebut, Lurah Cipete Utara Nurcahya mengalami luka lebam di pipi dan terdapat bekas kuku yang menimbulkan rasa sakit sehari setelah kejadian.
![Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin memberikan keterangan kepada awak media, Jumat (11/12/2020). [ANTARA/Laily Rahmawaty]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/12/12/28865-kepala-satpol-pp-dki-jakarta-arifin.jpg)
Tutup Permanen
Imbas dari kejadian tersebut, Satpol PP DKI Jakarta memberikan tindakan tegas dengan menutup secara permanen Waroeng Brothers.
Selain karena telah melanggar PSBB transisi berkali-kali, Waroeng Brothers juga tidak mengantongi izin dan menjual minuman keras. [Antara]