Hal itu, lantaran setiap tenaga kesehatan bisa memilih untuk vaksinasi di puskesmas atau Faskes manapun yang menyediakan layanan vaksin.
"Kita belum tahu apakah vaksinnya ini khusus untuk nakes yang ada di Puskesmas Jurang Mangu atau bukan. Jadi itu prosesnya ada di aplikasi SMILE nanti orang pada register dan di sana bisa milih mau Faskes mana yang terdekat," jelasnya.
Meski begitu, Puskesmas Jurang Mangu akan mendapatkan vaksin Covid-19 Sinovac 15 dosis setiap harinya.
Vaksin itu nantinya akan disimpan di lemari pendingin vaksin yang ada di ruang khusus penyimpanan obat.
Baca Juga:Pemkot Surakarta Siapkan 11 Tokoh Penerima Vaksin Covid-19 Pertama
![Ketua Mutu Puskesmas Jurang Mangu drg. Akari Kristina menunjukkan tempat penyimpanan vaksin Covid-19 Sinovac, Rabu (13/1/2021). [Suara.com/Wivy]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/01/13/16695-tempat-penyimpanan-vaksin-covid-19-sinovac.jpg)
Soal efek samping penyuntikan vaksin, Akari menyebut, jika ada gejala nyeri dan demam setelah disuntik vaksin Sinovac merupakan hal wajar karena umum terjadi setiap kali vaksinasi.
"Vaksinnya akan disuntikkan di tangan kiri. Nanti akan ada efek pegel atau panas demam, itu sebenarnya wajar. Bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Bayi juga kalau divaksinasi begitu, demam, jadi itu biasa. Kalau ada yang pingsan mungkin karena faktor psikis. Belum tentu akibat vaksin," ungkap Akari.
"Yang penting kita hati-hati sebelum vaksin di-screaning dulu, tidak ada komorbid. Kita pastikan dia memang memenuhi syarat divaksin," sambungnya.
Akari mengajak masyarakat agar tidak takut untuk melakukan penyuntikan vaksin Covid-19 Sinovac.
"Ayo, kita vaksin supaya kita semua terlindungi dari virus corona yang meresahkan ini supaya bisa beraktivitas seperti semula lagi," pungkasnya.
Baca Juga:Tak Diakui Sebagai Ibu, Emak-emak Berhijab Nekat Temui Jokowi di Istana
Kontributor : Wivy Hikmatullah