Banjir Jakarta Telan Jiwa 4 Bocah, Ini 4 Risiko Bagi Anak Bermain Banjir

Banjir acap kali dijadikan wahana permainan air gratis bagi anak-anak.

Rizki Nurmansyah
Rabu, 24 Februari 2021 | 14:46 WIB
Banjir Jakarta Telan Jiwa 4 Bocah, Ini 4 Risiko Bagi Anak Bermain Banjir
Seorang anak bermain banjir yang merendam Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta, Jumat (19/2/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

SuaraJakarta.id - Sebanyak empat bocah menjadi korban banjir Jakarta yang terjadi pekan lalu. Berikut ini risiko bagi anak bermain banjir.

Musibah banjir tak selalu mengundang duka bagi warga. Ada kalanya justru jadi hal menyenangkan.

Khususnya bagi anak-anak. Banjir acap kali dijadikan wahana permainan air 'gratis' bagi anak-anak.

Namun di balik itu, orang tua juga mesti waspada. Ada bahaya kesehatan dan keselamatan yang mengintai anak-anak mereka.

Baca Juga:Banjir, Politik, dan Adu Citra

Seperti tersengat listrik, luka akibat serpihan kayu, kaca, jarum dan benda tajam lainnya. Bahkan ada pula risiko fatal yang mengintai.

Diantaranya seperti terpeleset, hanyut, dan tenggelam arus banjir.

Seorang bocah perempuan berjalan melintasi banjir di kawasan Kedoya Utara, Jakarta Barat, Minggu (21/2/2021). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja]
Seorang bocah perempuan berjalan melintasi banjir di kawasan Kedoya Utara, Jakarta Barat, Minggu (21/2/2021). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja]

Untuk itu, orang tua atau orang yang lebih dewasa wajib mencegah anak-anak agar tidak bermain banjir.

Hal ini seperti yang juga pernah disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beberapa waktu lalu.

Berikut setidaknya empat risiko bagi anak bermain banjir dikutip SuaraJakarta.id—grup Suara.com—dari akun resmi Instagram Pemprov DKI Jakarta, Rabu (24/2/2021).

Baca Juga:Kurangi Risiko Banjir Jakarta, TNI AU dan BPPT Tebar Garam di Udara

1. Leptospirosis

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Leptospira interrogans yang disebarkan melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi bakteri ini. Umumnya hewan tikus.

Penyakit ini dapat menyerang manusia melalui paparan air atau tanah yang telah terkontaminasi urine hewan pembawa bakteri leptospira.

2. Hipotermia

Hipotermia merupakan gejala akibat tubuh kehilangan suhu tubuh dengan cepat. Bisa terjadi karena tubuh terpapar dingin dalam waktu lama.

Seperti terlalu lama menggunakan baju yang basah karena air banjir di tengah lingkungan bersuhu dingin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak