Terminal Pulo Gebang Tolak 11 Calon Penumpang Nonmudik, Ini Alasannya

Jumlah penumpang khusus nonmudik yang diperkenankan berangkat karena memenuhi syarat pada Jumat (7/5) mencapai 42 penumpang diangkut 18 bus.

Rizki Nurmansyah
Sabtu, 08 Mei 2021 | 13:46 WIB
Terminal Pulo Gebang Tolak 11 Calon Penumpang Nonmudik, Ini Alasannya
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (duduk, kanan) berbincang dengan calon penumpang Arief Abidin di ruang tunggu keberangkatan Terminal Pulo Gebang di Jakarta Timur, Sabtu (8/5/2021). [ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna[

SuaraJakarta.id - Petugas pemeriksaan di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, telah menolak keberangkatan 11 calon penumpang khusus nonmudik pada hari kedua larangan mudik atau Jumat (7/5/2021).

Sebagian besar karena surat keterangan yang dilampirkan tidak sesuai persyaratan.

"Memang yang bersangkutan mendapat surat tugas, tapi tujuannya untuk cuti dan mudik. Tentu kami tolak," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo ditemui di Terminal Pulo Gebang di Jakarta Timur, Sabtu (8/5/2021).

Sedangkan jumlah penumpang khusus nonmudik yang diperkenankan berangkat karena memenuhi syarat pada Jumat (7/5) mencapai 42 penumpang diangkut 18 bus.

Baca Juga:Imbas Larangan Mudik, Warung Makan di Rest Area Sepi

Dia menambahkan pada hari pertama larangan mudik, Kamis (6/5) terdapat 27 penumpang diberangkatkan dengan 11 bus.

Sebagian besar kota tujuan berada di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali.

Sementara itu, berdasarkan data Terminal Pulo Gebang, hingga pukul 09.40 WIB, Sabtu ini jumlah penumpang yang berangkat mencapai lima orang dengan dua bus.

Sedangkan penumpang yang ditolak mencapai empat orang karena persyaratan kurang lengkap.

Sedangkan jumlah kedatangan penumpang khusus non mudik dari 6-7 Mei pukul 24.00 WIB, tercatat mencapai 60 orang yang diangkut 21 bus.

Baca Juga:ASN Semarang Dilarang Mudik, Kalau Nekat Siap-siap Sanksi Berat

Sementara itu, pantauan di lokasi hingga pukul 11.30 WIB di terminal terbesar di Indonesia itu di terminal keberangkatan masih sepi dari penumpang.

Hanya terlihat beberapa penumpang yang bersiap untuk berangkat salah satunya Arief Abidin menuju Yogyakarta karena alasan dinas.

Ia mengaku membeli tiket bus dengan harga lebih tinggi mencapai Rp 310 ribu dibandingkan hari biasa mencapai kisaran Rp 150 ribu.

Namun, ia mengakui harga tersebut wajar mengingat penumpang yang diangkut sedikit dibandingkan biaya operasional yang lebih besar.

"Wajar saja harganya lebih mahal karena kan yang diangkut sedikit," katanya dilansir dari Antara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak