Dalam pesan itu disebutkan tempat korban disekap di kost-kostan di Ciputat.
"Katanya ada yang ngasih kabar lewat messengger ke adik saya, lokasinya di Ciputat. Ditelusuri ketemu," paparnya.
Usai sampai di lokasi penyekapan, proses penyelamatan tak lantas berjalan mulus.
Pasalnya, orang yang diduga pelaku tersebut bilang bahwa korban tak ada di dalam kostannya.
Baca Juga:Malang, Gadis di Tangsel Jadi Korban Penganiayaan dan Disekap Dalam Lemari
"Awalnya dibilang nggak ada, lalu keluarga saya maksa. Tiba-tiba ada suara teriak dari dalam lemari. Sempat berantem juga, tapi bisa dibebasin jam 10-11 malam," bebernya.
"Pas pulang dibawa kemari, nangis. Terus sama bapaknya suruh lapor polisi. Saat ini sudah lapor ke Polres Tangsel," ungkapnya.
Kondisi gadis itu pun disebutkan mengalami sejumlah lebam dan luka di bagian hidung.
"Ada bengap-bengap di muka biru-merah, bibirnya sampai jontor. Dengar-dengar dipukul. Hidungnya katanya patah, tapi masih nunggu hasil visum," paparnya.
Modus anak perempuan berusia 16 tahun disekap di lemari ternyata mau dijual. Hal itu diungkapkan oleh paman korban berinisial S.
Baca Juga:Terungkap, Mitos dan Fakta Rumah Bingung, Urban Legend di Tangsel
Dia yang ditemui di kediamannya di Jombang, Ciputat itu meminta polisi untuk mengusut tuntas kasus yang menimpa keponakannya itu.