alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tempat Bersejarah di Jakarta, dari Monas hingga Kota Tua

Rizki Nurmansyah Kamis, 19 Agustus 2021 | 08:05 WIB

Tempat Bersejarah di Jakarta, dari Monas hingga Kota Tua
Suasana sepi halaman Museum Fatahillah di Kawasan Kota Tua, Jakarta, Jumat (14/5/2021). [Suara.com/Dian Latifah]

Dengan mengunjungi tempat bersejarah di Jakarta, dapat memahami lebih dalam sejarah tentang Kota Jakarta dan meningkatkan rasa nasionalisme.

SuaraJakarta.id - Jakarta sebagai Kota Metropolitan memiliki segudang tempat bersejarah. Jakarta yang kita kenal sekarang bukanlah tempat yang berdiri secara instan. Melainkan banyak mengandung jejak sejarah di dalamnya.

Dengan mengunjungi tempat bersejarah di Jakarta, dapat memahami lebih dalam sejarah tentang Kota Jakarta dan meningkatkan rasa nasionalisme.

Jangan khawatir dengan tampilan bangunan tempat-tempat bersejarah di Jakarta. Sebab, Pemprov DKI telah mengemas bangunan sejarah di Jakarta seapik mungkin untuk menarik perhatian pengunjung tanpa menghilangkan esensi dari sejarahnya.

Apalagi anak muda zaman sekarang. Senang sekali berburu foto dengan aksen vintage. Di tempat bersejarah ini kamu juga akan menemukan berbagai peninggalan barang bersejarah.

Baca Juga: Biaya Kremasi di Krematorium Jakarta dan Sekitarnya, dari Gratis sampai Rp 75 Juta

Berikut tempat bersejarah di Jakarta yang pas untuk kamu yang ingin jalan-jalan sambil menambah wawasan tentang sejarah di Jakarta :

1. Monumen Nasional (Monas)

Warga berswafoto bersama keluarganya di belakang Monumen Nasional atau Monas di Jakarta Pusat, Sabtu (2/1/2021). [Suara.com/Alfian Winanto]
Warga berswafoto bersama keluarganya dengan latar belakang Monumen Nasional atau Monas di Jakarta Pusat, Sabtu (2/1/2021). [Suara.com/Alfian Winanto]

Siapa yang belum kenal Monas? Monas merupakan tempat bersejarah yang bukan hanya jadi simbol Jakarta, tapi juga Indonesia.

Salah satu spot yang mencuri perhatian yaitu bagian puncak yang dibaluti emas murni yang berbentuk lidah api yang sedang menyala.

Ide pembangunan Monas berasal dari Presiden Soekarno, yang menetapkan bahwa monumen ini harus mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia, melambangkan api yang berkobar, bersifat dinamis, dan memberikan kesan bergerak. Monumen ini berbentuk tugu dengan representasi api abadi pada puncaknya.

Baca Juga: Sambut HUT ke-76 RI, Mahmudin Jalan Kaki Wonosobo-Jakarta, Dapat Sepeda dari Jokowi

Desain monas dirancang oleh arsitek terkemuka saat itu, yaitu Soedarsono. Penyelesaian tugu Monas dituntaskan pada 12 Juli 1976.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait