Tedi menambahkan, pihaknya juga sudah mengambil sampel air baik dari zat pewarna yang dibuang ke sungai, maupun air sungai yang tercemar.
"Kami sudah amble sampel air dan zat pewarnannya untuk dilakukan analisa laboratorium," tuturnya.
![Sungai Cisadane [Suara.com/Muhammad Jehan Nurhakim]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/05/25/31919-sungai-cisadane-suaracommuhammad-jehan-nurhakim.jpg)
Tedi menyebut, informasi awal yang didapat bahwa warna merah yang dibuang itu merupakan siswa pewarna makanan.
"Sesuai informasi yang didapat warna merah yang dibuang sisa pewarna makanan dari pabrik sosis. Tetapi untuk pastinya apakah benar-benar pewarna makanan atau bukan, masih nunggu hasil analisa laboratorium," paparnya.
Baca Juga:Mengenang Curug Pelayangan di Serpong, Cerita Kelam hingga Jadi Primadona Wisata Alam
Kontributor : Wivy Hikmatullah