facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kabid Humas Polda: Salah Satu Korban Penembakan di Exit Tol Bintaro Mengaku Wartawan

Rizki Nurmansyah Selasa, 30 November 2021 | 21:24 WIB

Kabid Humas Polda: Salah Satu Korban Penembakan di Exit Tol Bintaro Mengaku Wartawan
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan dalam konferensi pers terkait pengeroyokan terhadap AKBP Dermawan Karosekali yang diduga dilakukan massa PP dalam demo anarkis di depan Gedung DPR/MPR RI Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (25/11/2021). [Suara.com/Bagaskara Isdiansyah]

Ada dua orang yang menjadi korban penembakan di Exit Tol Bintaro pada Jumat malam tersebut.

SuaraJakarta.id - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan mengungkapkan, salah satu korban penembakan di Exit Tol Bintaro pada, Jumat (26/11/2021) lalu, mengaku sebagai wartawan.

Pelaku penembakan di Exit Tol Bintaro, Jakarta Selatan, sendiri telah diamankan. Pelaku merupakan anggota Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya, Ipda OS.

"(Salah satu korban penembakan) Mengakunya wartawan," kata Zulpan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (30/11/2021).

Namun begitu, Zulpan belum bisa menjelaskan lebih lanjut mengenai pengakuan korban soal status wartawan tersebut. Sebab, proses penyelidikan yang masih berjalan.

Baca Juga: Polda Metro Ungkap Pelaku Penembakan di Exit Tol Bintaro: Anggota Ditlantas Ipda OS

Diketahui, ada dua orang yang menjadi korban penembakan di Exit Tol Bintaro pada Jumat malam tersebut.

Seorang korban meninggal dunia, sedangkan satu lainnya masih jalani perawatan intensif di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Kekinian, Ipda OS masih jalani pemeriksaan intensif oleh Bid Propam Polda Metro Jaya dan Div Propam Mabes Polri untuk mengetahui motif kasus penembakan itu.

"Ini sudah diamankan dan dalam tahap pemeriksaan kasus ini untuk mengungkap motif daripada hal tersebut," ujar Zulpan.

Baca Juga: Jadi Saksi, Terdakwa Ipda Yusmin Beberkan Alasan Penembakan Laskar FPI

Meski sudah diamankan, namun saat ini Ipda OS masih berstatus saksi. Belum ditetapkan sebagai tersangka.

"Karena untuk tetapkan tersangka harus minimal dua alat bukti. Peristiwa penembakan benar terjadi, peristiwa sebabkan orang meninggal benar terjadi tapi maksud tujuan pelaporan masih didalami maka akan didalami oleh Div Propam Mabes Polri dan Bid Propam Polda Metro Jaya," terangnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait