facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

19 Kasus COVID-19 Ditemukan di Sekolah, Wagub DKI Ahmad Riza Patria: Belum Ada Omicron

Rizki Nurmansyah | Fakhri Fuadi Muflih Senin, 17 Januari 2022 | 20:26 WIB

19 Kasus COVID-19 Ditemukan di Sekolah, Wagub DKI Ahmad Riza Patria: Belum Ada Omicron
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota, Selasa (4/1/2022) malam. [ANTARA/Ricky Prayoga]

Dari temuan 19 kasus COVID-19 di sekolah, 16 di antaranya memapar siswa.

SuaraJakarta.id - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan sampai saat ini belum ada temuan kasus varian baru virus corona B.1.1.529 atau Omicron di sekolah.

Sejauh ini sudah ada 19 kasus COVID-19 yang ditemukan di sekolah selama Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan kapasitas 100 persen berlangsung.

Riza mengatakan, dari temuan 19 kasus COVID-19 di sekolah, 16 di antaranya memapar siswa. Sementara tiga lainnya dialami oleh tenaga pendidik.

"Alhamdulillah sampai hari ini belum ada satu kasus Omicron di sekolah. Mudah-mudahan tidak akan pernah ada," ujar Wagub DKI di Perpustakaan Nasional, Senin (17/1/2022).

Baca Juga: Dari 123.313 Pelaku Perjalanan Internasional Sejak Awal Januari, Menko PMK Sebut 3.923 di Antaranya Positif Covid-19

Menurut Riza, pengawasan terhadap pelaksanaan penerapan protokol kesehatan di sekolah sudah dilakukan secara ketat.

Bahkan, Dinas Kesehatan disebutnya juga terus melakukan evaluasi terhadap kegiatan PTM agar sekolah tak menjadi klaster penularan COVID-19.

"Kami akan terus melakukan monitoring, pengawasan, dan tentu saja evaluasi setiap saat sesuai dengan jenjang dan bidang masing-masing," jelasnya.

Meski sudah ditemukan 19 kasus COVID-19 di sekolah, Riza menyatakan kegiatan PTM 100 persen masih berjalan.

Pasalnya, sesuai dengan Surat Keputusan Bersama Empat Menteri, Jakarta masih memenuhi syarat untuk melaksanakan PTM persen.

Baca Juga: Bill Gates Sebut Covid-19 Varian Omicron Bakal Hilang dan Berubah Jadi Flu Musiman

Kendati demikian, Riza menyebut pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat apabila nantinya ada penyesuaian kebijakan karena kasus COVID-19 yang mulai melonjak.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait