facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ada Polisi Saat Kakek Wiyanto Halim Dikeroyok, Namun Kalah Jumlah dan Tidak Bisa Melerai

Rizki Nurmansyah | Yaumal Asri Adi Hutasuhut Selasa, 25 Januari 2022 | 17:18 WIB

Ada Polisi Saat Kakek Wiyanto Halim Dikeroyok, Namun Kalah Jumlah dan Tidak Bisa Melerai
Polisi menunjukkan barang bukti kasus pengeroyokan yang menewaskan kakek Wiyanto Halim (89) dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Timur, Selasa (25/1/2022). [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut]

Sebuah mobil patroli polisi sempat menembakkan gas air mata ke arah mobil yang dikemudikan Wiyanto Halim.

SuaraJakarta.id - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan mengungkapkan, ada petugas kepolisian di lokasi kejadian saat Wiyanto Halim (89) dikeroyok massa hingga tewas setelah diteriaki maling di kawasan JIEP, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Minggu (23/1/2022).

Namun, kata Zulpan, polisi yang berada di lokasi tidak bisa menghalau massa yang sudah kadung emosi, karena kalah jumlah.

"Karena situasi yang tidak terkendali dan juga massa yang banyak, dengan situasi emosional yang tidak terkendali karena mereka terprovokasi, ini terjadilah tindak pidana kekerasan ini," kata Zulpan saat konferensi pers di Polres Metro Jakarta Timur, Selasa (25/1/2022).

Selain itu, saat upaya pengejaran terhadap mobil yang dikendarai Wiyanto Halim, mobil patroli polisi juga sempat menembakkan gas air mata. Hal itu berdasarkan video yang diunggah akun Instagram @kabar.jaktim.

Baca Juga: Tewas Bukan karena Maling Mobil, Kakek Wiyanto Dianiaya Secara Brutal Gara-gara Serempet Motor di Jalan

Dalam rekaman video, ketika mobil dikendarai Wiyanto Halim hendak tiba di kawasan JIEP, sebuah mobil patroli polisi sempat menembakkan gas air mata ke arahnya. Namun, terlihat mobil yang dikendarai korban tetap melaju.

Zulpan pun mengklaim penembakkan gas air mata sudah sesuai prosedur.

"Ya semua langkah yang dilakukan polisi di lapangan sudah sesuai dengan SOP," ujarnya.

Kronologi Pengeroyokan

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap lima orang tersangka dan 14 saksi, awalnya Wiyanto Halim yang mengendarai mobil, diduga menyerempet kendaraan bermotor di kawasan Cipinang Muara, Jakarta Timur.

Baca Juga: Tewas Dikeroyok, Polisi Klaim Penembakan Gas Air Mata ke Mobil Wiyanto Halim Sesuai SOP

"Bermula adanya serempetan di Jalan Cipinang Muara Pulogadung, antara seorang pengemudi kendaraan bermotor yang kemudian merasa dirugikan akibat adanya serempetan itu," kata Zulpan.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait