Penularan Covid-19 di Jakarta Pusat Tertinggi se-Jabodetabek

Penularan COVID-19 di wilayah aglomerasi perlu menjadi perhatian bersama agar penularan pada daerah-daerah tersebut dapat ditekan.

Rizki Nurmansyah
Jum'at, 11 Februari 2022 | 04:05 WIB
Penularan Covid-19 di Jakarta Pusat Tertinggi se-Jabodetabek
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito [BNPB]

SuaraJakarta.id - Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyampaikan bahwa laju penularan Covid-19 di Jakarta Pusat menempati posisi tertinggi se-Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

"Per 6 Februari 2022, Jakarta Pusat menjadi wilayah dengan laju penularan tertinggi, disusul Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Kota Depok dan Jakarta Barat," ujar Wiku dalam konferensi pers secara online, Kamis (10/2/2022).

Dia mengemukakan laju penularan itu terlihat dari insiden kumulatif atau proporsi kasus baru per 10.000 penduduk dalam satu pekan.

"Tertinggi Jakarta Pusat 90 kasus per 10.000 penduduk. Terendah Kabupaten Bogor 11 kasus per 10.000 penduduk," ujarnya.

Baca Juga:Belasan Karyawan dan Pengunjung Positif Covid-19, Mie Gacoan Kota Tegal Ditutup

Menurutnya, penularan COVID-19 di wilayah aglomerasi perlu menjadi perhatian bersama agar penularan pada daerah-daerah tersebut dapat ditekan.

Khususnya yang disumbangkan oleh kluster perkantoran, baik kantor pemerintahan maupun swasta.

"Jika di minggu depan masih menjadi penyumbang kasus dalam wilayah aglomerasi, maka pimpinan kantor telah gagal dalam kontribusinya untuk menurunkan dan mencegah kasus di wilayah tersebut," tuturnya.

Ia mengatakan masyarakat yang rutin melakukan perjalanan, termasuk karena tuntutan pekerjaan dan tertular, dapat berpotensi menularkan pada orang dalam satu rumahnya dan berpotensi pula memunculkan klaster keluarga.

"Untuk itu mari kita bersama kendalikan kasus, mulai dari unit yang paling kecil, seperti kantor dan keluarga," katanya.

Baca Juga:Makin Mengganas, Kasus Covid-19 di Kaltim Tambah 412 Orang

Ia menyampaikan, salah satu strategi kunci pengendalian kasus adalah pengendalian mobilitas agar kasus pada daerah hotspot tidak meluas ke wilayah lain yang kasusnya belum tinggi.

"Sebab sedikit saja lolosnya orang positif dari daerah hotspot dapat berkontribusi atas naiknya kasus di daerah lain," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak