Tender Sirkuit Formula E Dianggap Tak Transparan, PSI: Ada Persekongkolan Sistematis

Anggara mengatakan, proses pengadaan tender tersebut memang tidak transparan dan bahkan patut diduga ada rekayasa-rekayasa lainnya

Bangun Santoso | Fakhri Fuadi Muflih
Minggu, 13 Februari 2022 | 11:32 WIB
Tender Sirkuit Formula E Dianggap Tak Transparan, PSI: Ada Persekongkolan Sistematis
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Anggara Wicitra Sastroamidjojo usai memberikan keterangan kepada KPK terkait kasus dugaan korupsi Formula E, Kamis (3/2/2022). [Suara.com/Welly Hidayat]

SuaraJakarta.id - Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Anggara Wicitra Sastroamidjojo setuju dengan anggapan tender penggarap sirkuit Formula E tidak transparan. Menurutnya, hal ini terjadi karena adanya persekongkolan yang sistematis.

Anggara mengatakan, proses pengadaan tender tersebut memang tidak transparan dan bahkan patut diduga ada rekayasa-rekayasa lainnya. Misalnya, saat tender pertama gagal pihak PT Jakarta Propertindo (Jakpro) tidak memberikan alasan.

"Tanggal 5 Januari 2022 mereka mengumumkan lelang, lalu beberapa saat kemudian dinyatakan gagal tanpa alasan. Setelah itu, tiba-tiba sudah ada pemenangnya lagi. ini bisa diduga ada upaya sistematis meloloskan Formula E yang sudah banyak masalah dari awalnya," ujar Anggara kepada wartawan, Minggu (13/2/2022).

Seharusnya, pengumuman tender ulang juga mengundang peserta sebelumnya. Ia pun mengaku sudah mencoba meminta dokumen prosedur pengadaan barang dan jasa dari Jakpro.

Baca Juga:Politisi PDIP Tuding Lelang Proyek Sirkuit Formula E Sudah Diatur Pemenangnya, Jakpro Tegas Membantah

"Sederhananya, coba sebutkan perusahaan mana yang melakukan penawaran dan berapa penawarannya, buka kepada publik. Lalu masalah tender gagal apakah diumumkan kembali dengan mengundang juga peserta yang sebelumnya gagal. Kami sudah meminta transparansi, tetapi tidak diberikan. Kami akan terus kawal ini," kata Anggara.

Karena itu, ia menduga dalam lelang ini ada persekongkolan tertentu. Ia menduga Jakpro, Jaya Konstruksi selaku pemenang tender, dan Taman Impian Jaya Ancol sebagai tempat lintasan sudah membuat kesepakatan tertentu.

“Sekarang kami curiga, bisa jadi semuanya rekayasa belaka untuk menutupi persekongkolan. Bukankah jadi pertanyaan; Kegiatan ini diselenggarakan di Jaya Ancol, penyelenggaranya Jakpro, pemenang tendernya Jaya Konstruksi," katanya.

"Jangan-jangan nanti di talangi oleh pinjaman Bank DKI, dan di sponsori oleh seluruh BUMD, lalu yang disuruh membeli tiket seluruh PNS dan karyawan BUMD DKI Jakarta. Semuanya mau disetting.” tambahnya.

Baca Juga:Tender Sirkuit Formula E Dimenangkan PT Jaya Konstruksi, Wagub DKI: Semua Sesuai SOP, Tak Perlu Dicurigai

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak